Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

PKS Menargetkan Minimal 15 Persen Suara di Pemilu 2024

Ahad 29 Nov 2020 16:03 WIB

Red: Agus raharjo

Ahmad Syaikhu (kanan) ditunjuk sebagai Presiden PKS menggantikan Mohamad Sohibul Iman (kiri) dalam sidang Musyawarah Majelis Syura PKS di Bandung, Jawa Barat, pada Senin (5/10).

Ahmad Syaikhu (kanan) ditunjuk sebagai Presiden PKS menggantikan Mohamad Sohibul Iman (kiri) dalam sidang Musyawarah Majelis Syura PKS di Bandung, Jawa Barat, pada Senin (5/10).

Foto: dok. Humas PKS
Kepengurusan PKS 2020-2025 memberi panggung bagi anak-anak muda.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu (Asyik) dalam pidato politiknya di Musyawarah Nasional (Munas) V di Bandung mengaku, Musyawarah Majelis Syura menargetkan perolehan suara PKS pada Pemilu 2024 minimal 15 persen. Ia meminta seluruh kader bekerja keras mewujudkan target ini dengan tetap menjaga ketokohan mereka di masyarakat.

"Bagi pejabat publik yang pernah berkiprah, jaga terus kepemimpinan dan ketokohannya, jangan sampai pudar. Cor jumlah kursi PKS yang sudah didapatkan agar tidak pindah ke partai lain. Selanjutnya tingkatkan target suara dalam Pemilu 2024 minimal 15 persen suara sesuai dengan ketetapan Musyawarah Majelis Syura," tutur Asyik saat Puncak Munas V PKS di Bandung, Ahad (29/11).

Ia menambahkan, tugasnya memimpin partai dakwah adalah untuk menyiapkan stok kepemimpinan sejak dini. Namun, stok kepemimpinan ini harus didapatkan dengan proses penambahan suara masyarakat untuk PKS. Menurut Asyik, Munas V PKS akan fokus menyiapkan kepemimpinan nasional dengan basis kepemimpinan daerah.
Kepemimpinan yang akan dibangun PKS adalah kepemimpinan yang siap berkolaborasi dengan seluruh elemen bangsa untuk membangun Indonesia. "Kepemimpinan yang akan menjadi pelopor untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional bangsa Indonesia, kepemimpinan yang dapat mewujudkan masyarakat madani yang adil, sejahtera, dan bermartabat dalam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tuturnya.

Ia menambahkan, setidaknya ada tiga kriteria utama kepemimpinan nasional yang akan disiapkan PKS. Pertama, pemimpin yang memiliki akseptabilitas, yang dapat diterima oleh masyarakat luas. Asyik mengatakan, kader dan para pejabat publik PKS harus tampil di masyarakat dan menjadi tokoh-tokoh penting yang selalu peduli terhadap nasib rakyat, dan hadir melayani dengan membawa manfaat.

Kedua, pemimpin yang memiliki kapasitas. Aysik menegaskan, kader PKS harus memiliki kapasitas untuk mengelola pemerintahan dengan profesional, transparan, akuntabel, dan demokratis. "Ketiga, pemimpin yang memiliki kredibilitas. Kita akan mencetak pemimpin yang memiliki integritas moral yang kuat, berjiwa patriotik dan memiliki nasionalisme yang tinggi," ujarnya.

Asyik menegaskan, di bawah kepemimpinannya, kepengurusan PKS 2020-2025 akan memberikan panggung bagi anak-anak muda untuk tampil menjadi pemimpin. "Itulah sebabnya, saya memberikan kepercayaan kepada saudara dr Gamal Albinsaid. Inilah tokoh muda berprestasi tingkat nasional dan internasional yang akan mengomandani Bidang Kepemudaan PKS," tegas dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA