Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Argo: TNI-Polri Datang ke Papua untuk Kesejahteraan Rakyat

Ahad 29 Nov 2020 01:56 WIB

Red: Bayu Hermawan

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono

Foto: Tribrata Polri
Argo menegaskan Polri tak gunakan pendekanan militer di Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono meminta masyarakat untuk tidak terintervensi oleh pihak atau kelompok yang tidak setuju dengan kedatangan TNI-Polri ke Papua. Argo menegaskan Polri tidak menggunakan pendekatan militer dalam menangani konflik di Papua.

"Karena TNI-Polri datang untuk menyejahterakan rakyat Papua," ujar Argo dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu (28/11).

Argo menegaskan, dalam menangani konflik di Papua TNI-Polri mengutamakan pendekatan preventif. TNI dan Polri, kata dia, tidak menggunakan pendekatan militer namun lebih pada penegakan hukum. "Jadi pendekatan preventif itu yang paling utama. Preventifnya itu seperti apa? Yaitu kita sama-sama lakukan dialog, kita sama-sama komunikasi dan saling menjaga NKRI," katanya.

Baca Juga

Argo juga meminta komunikasi antara masyarakat, TNI, dan Polri terus dibangun dan dijaga. Masyarakat diimbau untuk tidak sungkan menyampaikan aspirasi kepada TNI dan Polri. "Jika ada hal-hal yang mau disampaikan, silakan sampaikan ke kami," kata dia lagi.

Lebih lanjut, Argo juga berharap kehadiran TNI-Polri di Papua termasuk Papua Barat dapat menghentikan kelompok-kelompok yang ingin melakukan tindakan pidana atau masalah yang berlawanan dengan undang-undang.

"Jadi harus ada komunikasi, karena dengan komunikasi kita bisa tahu apa maksudnya. Mari kita bergandengan tangan supaya tidak ada salah paham dalam menjaga keutuhan NKRI ini," ujar Irjen Argo.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA