Monday, 12 Jumadil Akhir 1442 / 25 January 2021

Monday, 12 Jumadil Akhir 1442 / 25 January 2021

Senior PDIP Alihkan Dukungan ke 'Maju' di Pilkada Surabaya

Sabtu 28 Nov 2020 20:08 WIB

Red: Agus Yulianto

Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya nomor urut satu Eri Cahyadi (kiri) dan Armuji (kedua kiri) menjawab pertanyaan panelis disaksikan pasangan nomor urut dua Machfud Arifin (kedua kanan) dan Mujiaman (kanan) saat Debat Publik kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Surabaya di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (18/11/2020). Debat publik kedua tersebut membahas tema tentang Peningkatan Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat Kota Surabaya.

Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya nomor urut satu Eri Cahyadi (kiri) dan Armuji (kedua kiri) menjawab pertanyaan panelis disaksikan pasangan nomor urut dua Machfud Arifin (kedua kanan) dan Mujiaman (kanan) saat Debat Publik kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Surabaya di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (18/11/2020). Debat publik kedua tersebut membahas tema tentang Peningkatan Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat Kota Surabaya.

Foto: Antara/Moch Asim
Pilihan para Banteng Ketaton ini dikatakan karena ingin melawan arogansi.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Politikus senior PDIP sekaligus mantan Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anugrah Ariyadi mengalihkan dukungan dari Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Nomor Urut 01, Eri dan Armuji (Erji) kepada paslon nomor 02 Machfud dan Mujiaman (Maju).

"Sebelum saya memutuskan ini, saya sudah menghubungi para pengambil keputusan nang Erji (Eri-Armuji). Agar saya bisa bantu-bantu di Erji. Tapi tidak dipedulikan sama sekali," kata Anugrah Ariyadi di Surabaya, Sabtu (28/11).

Mantan Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya ini kemudian secara resmi menyatakan, sikap dengan berubah haluan dengan mendukung paslon 02 Machfud dan Mujiaman. Hal ini ditunjukkan oleh mantan dengan memberikan testimoni bahwa dirinya akan menggunakan bendera Banteng Ketaton.

Banteng Ketaton sendiri di bawah komando kader senior PDIP, Mat Mochtar yang sebelumnya sudah lebih dahulu mendukung Machfud-Mujiaman. Pilihan para Banteng Ketaton ini dikatakan karena ingin melawan arogansi dan rencana kekuasaan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan kroni-kroninya sebagai pendukung Erji.

Untuk itu, Anugrah juga siap mempertanggungjawabkan sikap berubah haluan kepada paslon 02 kepada partai berlambang banteng moncong putih ini. Bahkan Anugerah menegaskan bahwa dirinya sudah tidak ada beban terkait keputusannya itu.

"Saya sudah gak ada beban. Los saja. Saya juga ada bukti-bukti bahwa saya sudah mencoba ingin memenangkan partai (PDIP). Tetapi masih gak dipedulikan," kata Anugrah.

Untuk itu, Anugrah siap mengerahkan segala sumber daya manusia yang ia kuasai di wilayah Kecamatan Gubeng, untuk memenangkan paslon 02 Machfud-Mujiaman dengan menggunakan Banteng Ketaton.

Dia ingin mengamankan marwah PDIP di Surabaya. Bahkan dirinya juga tidak takut dengan keputusan partai nantinya.

Pilkada Surabaya 2020 diikuti pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Armuji. Paslon nomor urut 01 tersebut diusung oleh PDI Perjuangan dan didukung oleh PSI. 

Selain itu mereka juga mendapatkan tambahan kekuatan dari enam partai politik non parlemen, yakni Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Hanura, Partai Berkarya, PKPI, dan Partai Garuda.

Sedangkan pasangan Machfud Arifin-Mujiaman dengan nomor urut 02 diusung koalisi delapan partai yakni PKB, PPP, PAN, Golkar, Gerindra, PKS, Demokrat dan Partai Nasdem serta didukung partai non-parlemen yakni Partai Perindo.

Sumber : Antara
 
 

BERITA LAINNYA