Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Riset Baru Buktikan Pentingnya Masker untuk Cegah Covid-19

Sabtu 28 Nov 2020 19:36 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Dwi Murdaningsih

Pelanggaran Pakai Masker

Pelanggaran Pakai Masker

Foto: republika
Tim melakukan simulasi penyebaran covid-19 jika tak menggunakan masker.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masker menjadi alat paling sederhana dalam membantu memberi perlindungan terhadap diri sendiri dan orang lain selama pandemi virus corona jenis baru (COVID-19) terjadi. Meski demikian, tak sedikit orang yang meragukan pentingnya penggunaan masker selama pandemi.

Seperti di Amerika Serikat (AS), terdapat gerakan anti-masker yang dipicu oleh politik, bukan sains. Mereka terus yakin bahwa alat ini tidak akan membantu menghentikan penyebaran virus.

Beberapa orang bahkan mengklaim bahwa masker akan mencegah oksigen mencapai tubuh. Apa yang terburuk dari semuanya, beberapa menyamakan masker dengan hal yang bersifat penindasan dan menemukan berbagai alasan untuk menghindari penggunaan masker di tempat umum.

Sebuah studi terbaru yang dilakukan Mayo Clinic menyimpulkan bahwa masker memiliki peran penting dalam mencegah penularan COVID-19. Tim peneliti menjalankan serangkaian eksperimen yang melibatkan boneka untuk mensimulasikan penyebaran partikel dengan dan tanpa masker.

Para peneliti ingin mengukur seberapa efektif masker dalam memblokir aerosol dan tetesan yang dihasilkan manusia. Mereka menggunakan manekin untuk mensimulasikan bagaimana orang yang terinfeksi akan menyebarkan tetesan air saat memakai segala jenis penutup wajah, dari masker medis hingga penutup kain.

Dari sana, para peneliti melihat bagaimana manekin akan menyebarkan aliran partikel yang sama tanpa masker pelindung. Mereka juga melihat aturan jarak sosial memiliki peran yang tak kalah penting.

Penelitian menemukan bahwa semakin jauh jarak orang satu sama lain, maka semakin rendah risiko infeksi, terutama bila dikombinasikan dengan penggunaan masker. Matthew Callstrom, ketua departemen radiologi mengatakan studi menemukan ukuran paling penting untuk mengurangi risiko paparan COVID-19 adalah dengan memakai masker

"Kami menemukan bahwa masker medis sekali pakai dan masker kain dua lapis efektif dalam mengurangi transmisi tetesan. Kami tidak menemukan perbedaan antara jenis masker dalam hal seberapa baik masker memblokir partikel aerosol yang dipancarkan oleh pemakainya,” ujar Callstrom, dilansir BGR, Sabtu (28/11).

Callstrom mengatakan mekanisme penularan COVID-19 yang paling umum adalah melalui tetesan pernapasan yang lebih besar dari aerosol dan lebih mudah tersumbat dengan masker. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut bahwa virus menyebar terutama melalui droplet. Kedua lembaga tersebut mengakui bahwa penularan aerosol adalah sebuah risiko.

Para peneliti merilis gambar  yang membandingkan ukuran virus SARS-CoV-2 terhadap partikel 2-mikron. Ukuran ini mewakili ukuran partikel aerosol yang dapat mengandung virus corona. Studi ini juga mengukur perjalanan partikel aerosol dari sumber ke target pada jarak yang berbeda.

Para peneliti menemukan bahwa jumlah partikel berkurang dengan jarak yang lebih jauh. Temuan ini mendukung panduan CDC tentang jarak sosial yang merekomendasikan jarak enam kaki antara orang-orang.

Grafik yang dirilis menunjukkan risiko eksposur berdasarkan pemakaian masker dan jarak. Para peneliti menemukan bahwa masker membantu bahkan jika kedua subjek lebih dekat dari jarak enam kaki.

Callstrom kembali menegaskan bahwa secara objektif penelitian yang dilakukan oleh tim dari Mayo Clinic menunjukkan masker sangat penting untuk melindungi satu sama lain. Jika Anda memakai masker, Anda melindungi orang lain, demikian sebaliknya.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA