Saturday, 3 Jumadil Akhir 1442 / 16 January 2021

Saturday, 3 Jumadil Akhir 1442 / 16 January 2021

BPIP: Tokoh tak Taat Protokol Kesehatan Sakiti Hati Publik

Sabtu 28 Nov 2020 08:48 WIB

Red: Ratna Puspita

Masker (ilustrasi). Ilustrasi Covid-19. Sekretaris Utama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Karjono mengatakan tokoh yang tidak taat atau mengabaikan protokol kesehatan sama halnya telah menyakiti hati publik.

Masker (ilustrasi). Ilustrasi Covid-19. Sekretaris Utama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Karjono mengatakan tokoh yang tidak taat atau mengabaikan protokol kesehatan sama halnya telah menyakiti hati publik.

Foto: www.freepik.com
Misalnya, pulang dari luar negeri disambut orang tidak kenakan masker dengan baik.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sekretaris Utama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Karjono mengatakan tokoh yang tidak taat atau mengabaikan protokol kesehatan sama halnya telah menyakiti hati publik. Ia menjelaskan hal itu ketika menyebutkan contoh-contoh tindakan berjiwa Pancasila yang dapat diimplementasikan masyarakat selama pandemi Covid-19.

"Misalnya, ada tokoh pulang dari luar negeri, disambut banyak orang dan mereka tidak menggunakan masker dengan baik, bahkan tidak pakai, tidak taat protokol, itu tidak hanya menyakiti pimpinan, namun juga masyarakat," ujar Karjono di Bandung, Jawa Barat, Jumat (27/11).

Dia mengatakan pemerintah bersama seluruh elemen bangsa telah menata rapi protokol kesehatan dalam menghadapi pandemi. Karena itu, ia mengimbau, jangan sampai ada pihak yang tidak menaati protokol tersebut.

Baca Juga

"Ternyata habis itu grafik-nya (angka Covid-19) naik. Berarti ada ketidaktaatan regulasi. Lalu apakah perlu sanksi? Itu wajib hukumnya. Sanksi tidak hanya berupa sanksi pidana, denda dan administrasi, tapi ada sanksi moral juga," tutur-nya.

Dia mengatakan siapa pun individu di Indonesia harus menaati protokol kesehatan yang telah ditentukan. "Kalau oh misal dia ulama, oh ulama lain pun banyak yang tidak sejalan, artinya orang-orang seperti itu harus ikut menundukkan diri supaya tercipta nuansa gotong-royong, sinergitas harmonis untuk saling mengharumkan antara satu sama lain. Itu lah Pancasila," ujar dia.

Karjono menyampaikan contoh perilaku berjiwa Pancasila yang dapat dilakukan masyarakat selama masa pandemi Covid-19 antara lain menjalankan protokol kesehatan 3M seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, hingga bersedia menerima vaksinasi.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA