Saturday, 3 Jumadil Akhir 1442 / 16 January 2021

Saturday, 3 Jumadil Akhir 1442 / 16 January 2021

Uang Kertas Lebih Berisiko Covid-19 daripada Tombol ATM?

Sabtu 28 Nov 2020 08:57 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Transaksi dengan uang kertas turun sejak pandemi Covid-19.

Transaksi dengan uang kertas turun sejak pandemi Covid-19.

Foto: Republika
Orang khawatir menggunakan uang kertas sejak pandemi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Uang kertas dinilai dapat menjadi media penularan Covid-19 sehingga penggunaannya dalam transaksi pembayaran tampak menurun di masa pandemi. Akan tetapi, risiko penularan Covid-19 melalui uang kertas ternyata lebih rendah dibandingkan tombol ATM.

Hal ini diungkapkan melalui sebuah penelitian yang dilakukan oleh Bank of England. Meski seseorang bersin di dekat uang kertas, virus corona tipe baru, SARS-CoV-2, penyebab Covid-19 tampak tidak dapat bertahan dengan jumlah yang tinggi pada uang kertas tersebut.

Temuan ini berlaku pada uang kertas modern yang terbuat dari polimer atau uang kertas lama yang terbuat dari kertas. Kadar virus corona pada uang kertas tampak stabil selama satu jam pertama setelah terpapar.

Akan tetapi, kadar virus corona tampak menurun menjadi lima persen setelah enam jam. Kadar virus menjadi di bawah satu persen setelah 24 jam. Setelah lima hari, kadar virus pada uang kertas tak lagi terdeteksi.

Menurut penelitian ini, kemampuan virus corona bertahan hidup pada uang kertas tampak lebih rendah dibandingkan pada permukaan benda lain yang juga sering disentuh banyak orang. Di lingkungan toko, misalnya, risiko infeksi utama bukan berasal dari uang kertas, melainkan faktor-faktor lain.

Salah satu faktor tersebut adalah berada pada jarak yang dekat dengan orang terinfeksi. Faktor-faktor lainnya meliputi permukaan keranjang belanja atau troli, tombol PIN, produk di rak, atau layar sentuh yang tersedia di loket pembayaran.

Bila dibandingkan dengan permukaan-permukaan objek tersebut, uang kertas umumnya disimpan di dalam dompet, mesin kasir, atau brankas. Karena tersimpan di dalam tempat tertutur, risiko kontaminasi uang kertas oleh droplet dari orang terinfeksi yang batuk atau bersin akan lebih rendah. Sebaliknya, permukaan objek-objek lain seperti mesin ATM hingga keranjang belanja lebih rentan terhadap paparan droplet.

"Kontaminasi pada uang kertas, ketika itu terjadi, biasanya terjadi secara tidak langsung dari tangan orang yang terinfeksi, atau ketika seseorang menyentuh permukaan yang terinfeksi dan kemudian memegang uang kertas," jelas tim peneliti, seperti dilansir Sky News.

Tim peneliti mengatakan, kontaminasi tak langsung biasanya hanya akan melibatkan kadar virus yang lebih rendah dibandingkan kontaminasi yang terjadi secara langsung. Selain itu, kadar virus pada uang kertas yang terkontaminasi juga tampak menurun secara cepat dalam hitunganjam.

"Dan itu merepresentasikan risiko yang tidak lebih besar dibandingkan permukaan lain yang bersentuhan dengan banyak orang dalam keseharian," kata tim peneliti.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA