Saturday, 3 Jumadil Akhir 1442 / 16 January 2021

Saturday, 3 Jumadil Akhir 1442 / 16 January 2021

Nyeri Haid Tanda Masalah Kesuburan, Benarkah?

Sabtu 28 Nov 2020 07:05 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Nyeri haid. Penyebab utama nyeri haid adalah endometriosis.

Nyeri haid. Penyebab utama nyeri haid adalah endometriosis.

Foto: ist
Penyebab utama nyeri haid adalah endometriosis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagian orang meyakini bahwa nyeri haid yang berlebih merupakan tanda bahwa perempuan memiliki masalah kesuburan. Nyeri haid yang berlebih memang memiliki benang merah dengan gangguan kesuburan.

"Penyebab utama (nyeri haid) biasanya adalah endometriosis," jelas Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr Kartika Cory SpOG, dalam webinar #HaloTalks Vol.4 yang diselenggarakan Halodoc, belum lama ini.

Endometriosis merupakan sebuah kondisi di mana jaringan endometrium tumbuh di luar rahim. Jaringan ini seharusnya hanya berada di dalam rahim.

"Tapi ini ada di sekitaran di luar rahim, yang bisa menyebabkan perlengketan," kata dr Kartika.

Kondisi ini dapat mengganggu kesuburan. Namun, bukan berarti perempuan dengan masalah endometriosis tidak subur dan tak bisa mempunyai keturunan. Ada beragam terapi yang bisa diberikan kepada perempuan untuk mengatasi masalah kesuburan akibat endometriosis.

"Tidak perlu khawatir akan sulit mempunyai keturunan karena dismenore (nyeri haid)," ungkap dr Kartika.

Seperti dilansir WebMD, ada beberapa opsi terapi yang bisa diberikan untuk masalah kesuburan akibat endometriosis. Yang pertama adalah operasi untuk menyingkirkan jaringan endometrium yang mengganggu jalan bertemunya sperma dan sel telur.

Bila operasi tak bisa menjadi pilihan, intrauterine insemination (IUI) dapat menjadi pilihan. Metode ini bertujuan untuk meletakkan sperma pasangan secara langsung ke dalam rahim. Dokter mungkin akan mengombinasikan IUI dengan pemberian obat yang dapat meningkatkan kemungkinan hamil.

Opsi lainnya adalah in vitro fertilization (IVF) atau lebih dikenal sebagai bayi tabung oleh masyrakat awam. Metode ini dapat meningkatkan kemungkinan hamil, meski secara statistik kehamilan IVF sangat beragam.

Terapi untuk endometriosis itu sendiri juga beragam. Mengingat endometriosis merupakan kondisi kronis, belum ada terapi yang bisa benar-benar menyembuhkan endometriosis.

Akan tetapi, ada beberapa pilihan terapi yang dapat meringankan keluhan nyeri akibat endometriosis. Salah satunya adalah pemberian obat pereda nyeri. Kontrasepsi oral hormonal seperti pil KB juga dapat membantu mengatasi perdarahan berlebih saat menstruasi yang mungkin dialami perempuan dengan endometriosis.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA