Saturday, 3 Jumadil Akhir 1442 / 16 January 2021

Saturday, 3 Jumadil Akhir 1442 / 16 January 2021

Kominfo Ajak Difabel Andil dalam Transformasi Digital

Sabtu 28 Nov 2020 06:08 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Gita Amanda

Penyandang difable.  (ilustrasi)

Penyandang difable. (ilustrasi)

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Transformasi digital bukan hanya mengenai pembangunan infrastruktur fisik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali menggelar Kompetisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Nasional untuk Disabilitas secara daring. Menteri Kominfo Johnny G Plate mengatakan kompetisi ini menjadi langkah afirmatif untuk mengajak kalangan difabel turut andil mewujudkan Transformasi Digital Indonesia.

"Hari ini kita bisa menghadiri kegiatan keberpihakan, suatu langkah afirmatif dari Kementerian Kominfo dan lingkungannya, mitra-mitranya dan ekosistemnya menunjukkan rasa empati dan mengajak serta kaum difabel Indonesia untuk mengambil bagian secara konkret dalam transformasi digital Indonesia," ujar Johnny dalam Pembukaan Kompetisi TIK Nasional untuk Disabilitas yang disiarkan secara daring, Jumat (27/11).
 
Pemerintah, kata Johnny, menyadari masih terdapat ruang yang luas untuk memastikan akses digital yang adil dan setara bagi para kaum difabel. Secara khusus, Kementerian Kominfo dan BAKTI mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas digital kaum difabel.

Ia mengatakan, sebelumnya, Kementerian Kominfo telah mengadakan pelatihan sebanyak dua kali pada tahun 2016 dan 2017 dengan masing-masing 500 peserta. Tahun ini, pelatihan kembali diadakan secara daring dengan jumlah peserta hingga sekitar 1.600 orang dan menjangkau hingga pulau-pulau terluar di wilayah nusantara kita.
 
"Dari 291 orang yang mengikuti pelatihan ini berasal dari desa-desa tertinggal, terdepan dan terluar atau yang dikenal dengan wilayah 3T. Dan 19 orang di antaranya yang meminta asistensi khusus terkait jaringan internet atau hanya 19 dari 291 orang," ungkapnya.
 
Ia pun mendorong seluruh peserta dan juga  masyarakat terus optimistis, terutama di masa pandemi Covid-19. Johnny menyatakan, transformasi digital bukan hanya mengenai pembangunan infrastruktur fisik, melainkan juga menyoal bagaimana teknologi dapat menjadi katalis peningkatan kapasitas masyarakat secara inklusif dan humanis
 
Ia pun menyebut, program Kompetisi TIK Nasional bagian upaya memperluas kesempatan dan mengembangkan eksosistem transformasi yang lebih inklusif. "Saya mengapresiasi semua pihak yang telah bekerja keras dalam penyelenggaraan kompetensi ini dan berharap agar kompetensi dapat berjalan lancar untuk memfasilitasi para peserta terbaik bangsa, yang telah diseleksi dari kompetensi tingkat sebelumnya," ujarnya.
 
Johnny menambahkan, Kementerian Kominfo memberikan perhatian khusus kepada kaum difabel dengan mendukung adopsi teknologi dalam inovasi-inovasi yang dapat menjawab keterbatasan sosial. Bahkan, menurutnya, beberapa startup telah menunjukkan penerapan teknologi dapat menjawab berbagai tantangan dan menjadi alat untuk penyetaraan.
 
Ia menyontohkan beberapa startup seperti Thisable untuk memudahkan kaum difabel mendapatkan kesempatan yang sama dalam mencari pekerjaan dan startup lainnya dengan layanan untuk difabel.
 
Karena itu, Kominfo menargetkan menyelesaikan pembangunan BTS di 12.548 desa/kelurahan yang belum terlayani sinyal 4G paling lambat diselesaikan pada  tahun 2022 untuk memberikan akses internet setara ke semua masyarakat.
 
"Dalam hal ini tentunya kaum difabel termasuk di dalamnya, Kominfo juga mempunyai komitmen memperkuat konektivitas Internet di berbagai penjuru nusantara," ungkapnya.
 
Bahkan, Kominfo menargetkan meletakkan High-Throughput Satellite atau satelit besar multifungsi setara atau dengan kapasitas 150 gigabyte per second di slot orbit Indonesia 146E pada kuartal IV tahun 2023.
 
Ia juga berharap 150 ribu titik layanan publik di seluruh Indonesia terkaver jaringan internet, tentunya termasuk kepentingan pendidikan, kesehatan, Kamtibmas, kepentingan layanan pemerintahan desa dan kepentingan layanan publik lainnya dapat dimanfaatkan dengan baik.

Di samping itu, Kementerian Kominfo saat ini sedang memfinalisasi Peta Jalan Indonesia Digital 2020-2024, yang salah satu inisiatifnya adalah meningkatkan aksesibilitas TIK untuk kaum difabel. Selain itu, juga  mengidentifikasi peluang penggunaan TIK untuk meningkatkan kualitas hidup kaum difabel. 
 
"Hal ini termasuk akses ke layanan kesehatan, layanan pendidikan, lapangan kerja, serta membuka peluang partisipasi yang luas di bidang ekonomi, budaya, dan sosial di kemasyarakatan lainnya," katanya.
 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA