Friday, 9 Jumadil Akhir 1442 / 22 January 2021

Friday, 9 Jumadil Akhir 1442 / 22 January 2021

Kim Jong-un Dsebut Paranoid Covid, Lakukan Hal tak Rasional

Sabtu 28 Nov 2020 05:05 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Teguh Firmansyah

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Foto: EPA-EFE/KCNA
Kim Jong-un disebut melarang penangkapan ikan di laut, dan melakukan eksekusi.

REPUBLIKA.CO.ID, PYONGYANG -- Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un memerintahkan eksekusi terhadap dua orang, serta melarang penangkapan ikan di laut. Ia juga memutuskan untuk melakukan karantina wilayah (lockdown) di Ibu Kota Pyongyang, yang merupakan upaya atas kekhawatiran penyebaran virus corona jenis baru.

Penilaian itu disampaikan salah satu anggota parlemen Korsel, Ha Tae-keung. Ia mengatakan bahwa Kim Jong-un mungkin menunjukkan sikap marah dan melakukan tindakan irasional atas pandemi COVID-19. Hal itu diketahui setelah dirinya menghadiri pertemuan dengan National Intelligence Service (NIS), badan intelijen Korsel

Menurut Ha Tae-keung, NIS mengatakan bahwa Kim Jong-un memerintah eksekusi terhadap warga yang berprofesi sebagai pemilik money changer terkenal di Pyongyang. Selain itu, ada seorang pejabat penting yang dieksekusi pada Agutus karena melanggar peraturan pemerintah terkait pembatasan barang yang dibawa dari luar negeri.

Meski demikian, kedua orang tersebut tidak diidentifikasi. Pemerintah Korut juga tekah melarang penangkapan ikan dan produksi garam di laut, untuk mencegah air laut terinfeksi virus Corona jenis baru.

Pada awal bulan ini, lockdown juga diterapkan di beberapa daerah seperti provinsi Janggang karena kekhawatiran Covid-19. Pihak berwenang dilaporkan sempat menemukan adanya sejumlah barang ilegal yang dibawa masuk ke sana.

Hingga saat ini, Korut belum mengonfirmasi satu pun kasus Covid-19. Meski mengklaim nol, namun hal itu diragukan. negara di Asia Timur itu dinilai telah melakukan upaya besar dalam mencegahan penyebaran, karena wabah besar dapat menimbulkan konsekuensi, mengingat sistem perawatan kesehatan yang kurang memadai di sana, termasuk persediaan medis.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA

 
 
 

TERPOPULER

Kamis , 01 Jan 1970, 07:00 WIB