Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Jalur Selatan Bandung Cianjur Tertutup Longsor

Jumat 27 Nov 2020 22:31 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Jalur rawan longsor.   (ilustrasi)

Jalur rawan longsor. (ilustrasi)

Foto: Antara/Ampelsa
Jalan tertutup tepatnya di Tanjakan Hantap, Kampung Citengkor, Desa Sukabakti.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Jalan utama Bandung-Cianjur, Jawa Barat, kembali tertutup longsor susulan. Jalan tertutup longsor sepanjang tujuh mete tepatnya ada di Tanjakan Hantap, Kampung Citengkor, Desa Sukabakti, Kecamatan Naringgul.

Akibatnya, arus kendaraan tertutup dari kedua arah karena material longsor berupa batu besar bercampur lumpur serta pohon berbagai ukuran.

Kepala Pengawas Lapangan PPK Jabar Kementerian PUPR, Heri S mengatakan jalur utama antarkabupaten di wilayah selatan Cianjur, kembali tertutup untuk kelima kalinya. Ini adalah longsor kedua kalinya yang lokasi yang sama. Petugas berupaya melakukan evakuasi dengan alat seadanya sambil menunggu alat berat datang.

"Longsor susulan terjadi tiba-tiba, tidak ada hujan turun hari ini. Namun tebing yang sedang dalam penanganan, kembali ambruk dengan material batu, lumpur dan pepohonan. Tidak ada korban jiwa atau materi dalam longsor yang menutup landasan jalan sepanjang 7 meter dengan ketinggian beragam mulai dari 1,5 meter," katanya, Jumat (27/11).

Pihaknya dibantu TNI/Polri, relawan dan warga sekitar, dengan alat manual, berupaya menyingkirkan material longsor. Pihaknya menargetkan jalan utama Cianjur-Bandung itu dapat dilalui menjelang dini hari, setelah alat berat dan dump truk milik dinas terkait sampai ke lokasi.

"Kita targetkan menjelang dini hari jalan nasional penghubung antar kabupaten ini, sudah dapat dilalui minimal satu arah bergantian karena menjelang malam arus kendaraan dari kedua arah biasanya cukup tinggi," katanya.

Sementara Kepala Desa Sukabakti, Tatang, mengatakan longsor untuk kedua kalinya selama satu pekan terakhir, terjadi secara tiba-tiba. Hal ini diduga akibat masih labilnya tebing setinggi 35 meter yang belum tuntas di tangani dinas terkait. Saat longsor terjadi, arus kendaraan yang melintas lengang, sehingga tidak ada korban jiwa atau kedaraan yang tertimpa material longsor.

"Harapan kami alat berat segera datang, agar proses menyingkirkan material longsor dapat dengan cepat dilakukan karena saat ini pembersihan dilakukan petugas gabungan dan relawan dengan alat manual. Ini merupakan longsor kedua kalinya selama satu pekan terakhir. Kami juga berharap penanganan tuntas dilakukan," katanya.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA