Friday, 9 Jumadil Akhir 1442 / 22 January 2021

Friday, 9 Jumadil Akhir 1442 / 22 January 2021

Kurikulum Vokasi Harus Sesuai Kebutuhan Internasional

Sabtu 28 Nov 2020 02:40 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Muhammad Hafil

Kurikulum Vokasi Harus Sesuai Kebutuhan Internasional. Foto: Siswa SMK (ilustrasi)

Kurikulum Vokasi Harus Sesuai Kebutuhan Internasional. Foto: Siswa SMK (ilustrasi)

Lulusan vokasi diharapkan bisa mendunia.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Wikan Sakarinto mengatakan kurikulum pendidikan vokasi harus juga disesuaikan dengan kebutuhan internasional. Ia ingin lulusan vokasi bisa mendunia.

"Kurikulum SMK dan kurikulum pendidikan tinggi vokasi disesuaikan dengan strategi karakter link and match-nya. Termasuk pula kurikulum harus juga diandalkan untuk penyiapan SDM yang dibutuhkan oleh dunia kerja internasional," kata Wikan dalam keterangannya, Jumat (27/11).

Selain itu, Wikan mengatakan pentingnya menanamkan softskill dan kemampuan komunikasi dalam kurikulum pendidikan vokasi. "Bagaimana cara mengajar yang tepat agar tercipta hardskill dan softskill yang sama-sama kuat," kata dia lagi.

Salah satu univeristas yang mulai melangkah mendunia yakni Universitas Muhammadiyah Malang. Direktorat Voaksi UMM bekerja sama dengan rumah sakit di Jepang untuk memberangkatkan lulusan program studi keperawatan ke negeri matahari terbit tersebut.

Sebelum pandemi, DV-UMM memberangkatkan 20 alumni, saat ini sebanyak enam lulusan diberangkatkan. "Pemberangkatan kali ini terasa cukup istimewa karena terjadi di kala masa pandemi yang kecil kemungkinannya bisa berangkat ke Jepang," kata Direktur DV-UMM, Tulus Winarsunu.

Selama di Jepang, lulusan program studi keperawatan baik D3 atau S1 bekerja sebagai care giver di beberapa rumah sakit lansia dengan masa kontrak tiga tahun. Setelah masa kontrak habis, diharapkan para lulusan vokasi tersebut juga lulus ujian sertifikasi perawat lisensi Jepang.

"Jadi tujuan utama ke Jepang adalah menjadi Kangoshi (sertifikasi perawat di Jepang), bukan menjadi caregiver," kata dia. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA

 
 
 

TERPOPULER

Kamis , 01 Jan 1970, 07:00 WIB