Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

Tips Memilih Pasangan Hidup Menurut Alquran

Sabtu 28 Nov 2020 05:30 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Muhammad Hafil

Tips Memilih Pasangan Hidup Menurut Alquran

Tips Memilih Pasangan Hidup Menurut Alquran

Foto: Republika
Alquran memberikan pedoman memilih pasangan hidup.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam Alquran dijelaskan, salah satu tujuan utama pernikahan adalah menciptakan kehidupan yang sakinah, mawaddah dan rahmat antara suami,istri dan anak-anaknya. Allah SWT berfirman dalam surat Ar-Rum ayat 21, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”

Ustad Abu Ja’far Cecep Rahmat mengatakan, sepasang suami dan istri yang baik bukan hanya sekedar berdasar pada pernikahan yang sah, tapi adalah kemampuan keduanya untuk menunaikan kewajibannya masing-masing baik sebagai istri maupun suami.

“Jika hanya sekedar menikah tapi tidak menjalankan kewajibannya, maka sama saja mereka menghancurkan agama mereka sendiri,” jelas Ustad Ja’far dalam ceramahnya di Ahsan TV, Jumat (27/11).

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 187, “Mereka (istri-istri kamu) adalah pakaian bagi kamu (wahai para suami) dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka.”

Melalui firman Allah SWT tersebut, Ustad Ja’far mengartikan bahwa setiap pasangan harus mampu melengkapi satu sama lain, dan menutupi aib pasangan, seperti halnya menutupi kekurangan dari pakaian yang dia pakai. Menurut dia, jika seorang istri atau suami justru mengumbar kejelekan pasangannya kepada orang lain, maka sama halnya dia sedang mempermalukan dirinya sendiri.

“Menikah diibaratkan sebagai ladang pahala bagi siapa saja yang mampu menunaikan kewajibannya dan membahagiakan pasangannya. Tapi sebaliknya dapat menjadi ladang dosa bagi mereka yang berlaku semena-mena dan menyakiti pasangannya,” jelas Ustad Ja’far.

Pernikahan, diibaratkan gabungan antara kekuatan dan kelemahan. Saat seorang suami dilanda kesukaran, sang istri harus mampu menyalurkan kekuatan agar sang suami mampu untuk bangkit kembali. Begitu pula disaat terjadi perselisihan, sekuat apapun seorang suami, jika dia salah maka dia harus mengalah pada istri demi menjaga keharmonisan rumah tangganya.

Ustad Ja’far mengatakan, untuk memahami satu sama lain, maka perlu adanya keseriusan dalam memilih calon pasangan. Salah satu kriteria wajib dalam menentukan pasangan, lanjut dia adalah mencari pasangan yang sholeh atau sholihah. Tanda-tanda wanita sholihah dan lelaki sholeh, kata Ustad Ja’far adalah apabila engkau melihatnya, maka akan timbul perasaan bahagia.

“Bila engkau memerintah, maka dia pasti menurut kecuali jika itu maksiat. Dan jika kau sedang pergi, dia mampu menjaga diri dan hartamu dengan baik,” lanjut dia.

Adapun cara untuk mendapatkan pasangan sholeh dan sholihah, menurut Ustad Ja’far adalah dengan tidak memberi standar pada paras, kekayaan, pendidikan dan jabatan. Melainkan pilihlah calon pasangan karena akhlaknya dan ketakwaannya pada agama.

Rasulullah bersabda, “Pilihlah wanita karena agamanya, maka engkau akan beruntung.”

Ustad Ja’far juga mengingatkan agar senantiasa mengintrospeksi diri terlebih dahulu sebelum menentukan calon pasangan. Menurut dia, jika seseorang menginginkan pasangan yang sholeh maka dia juga harus menjadi pasangan yang sholihah bagi pasangannya kelak.

“Maka semangatlah perbaiki diri, maka insya Allah Allah akan memberikan pasangan yang sholeh dan sholihah,”

Dia juga mengingatkan agar tidak terburu-buru dalam mencari jodoh, karena hakikatnya waktu datangnya jodoh telah ditentukan oleh Allah SWT sebelum manusia dilahirkan. Selain itu, sikap terburu-buru adalah sikap yang tidak disukai Allah SWT dan Rasulullah, maka cukuplah bersabar.

“Mencari yang sempurna tentu mustahil tapi carilah yang kebaikannya lebih banyak dari kekurangannya, terutama kebaikan dari sisi agama dan akhlaknya,” tambah dia.

Ketertarikan pada kelebihan fisik memang tidak dapat ditampik, karena banyak rasa cinta dapat bermula dari kekaguman pada wajah yang rupawan. Namun Ustad Ja’far mengingatkan agar tidak merasa minder atau rendah diri hanya karena wajah yang seadanya, karena tidak semua orang memilih pasangan hanya karena melihat dari sisi fisik saja.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA