Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Korean Air Beli Maskapai Pesaingnya Asiana Air Lines

Jumat 27 Nov 2020 16:45 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Nora Azizah

Korean Air beli maskapai Asiana Air Lines dengan kesepakatan 1,62 miliar dolar AS (Foto: Korean Air)

Korean Air beli maskapai Asiana Air Lines dengan kesepakatan 1,62 miliar dolar AS (Foto: Korean Air)

Foto: Wikimedia
Korean Air beli maskapai Asiana Air Lines dengan kesepakatan 1,62 miliar dolar AS.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Korean Air Lines Co, maskapai penerbangan terbesar Korea Selatan akan membeli saingan lokalnya Asiana Airlines Inc. dalam kesepakatan senilai 1,62 miliar dolar AS atau Rp 22 triliun. Pembelian ini membuat Korean Air Lines menjadi maskapai terbesar yang ke-10 di dunia dari segi armada. 

Dilansir dari kantor berita Bernama pada Kamis (26/11), Korean Air berencana membeli saham baru senilai 1,5 triliun won (Rp19 triliun) untuk dijual oleh Asiana, dan membeli obligasi yang akan diapungkan oleh maskapai yang lebih kecil. Korean Air, yang saat ini maskapai terbesar ke-18 di dunia, akan mengakuisisi 30,77 persen saham di Asiana. 

Dana investasi Korean Air berasal dari Bank Pembangunan Korea (KDB). Pemberi pinjaman negara itu berencana menginvestasikan 500 miliar won pada saham yang akan diterbitkan oleh Hanjin KAL dan 300 miliar won pada obligasi konversi perusahaan. Hanjin KAL, induk perusahaan konglomerat maskapai Hanjin Group, diharapkan menyerahkan letter of intent kepada KDB awal pekan ini untuk melanjutkan kesepakatan. 

Baca Juga

Dalam rencana akuisisi yang lebih luas, Korean Air secara bertahap akan mengintegrasikan tiga maskapai berbiaya rendah : Jin Air Co dari Korean Air dan Air Busan Co dari Asiana serta Air Seoul Inc. Langkah ini diambil setelah menyelesaikan akuisisi Asiana. 

Saat ini mayoritas saham Asiana dipegang oleh Kumho Industrial Co, afiliasi dari konglomerat Kumho Asiana Group. Pada September lalu, Asiana rencananya dijual ke konsorsium yang dipimpin oleh HDC Hyundai Development Co. atas perbedaan ketentuan kesepakatan di tengah perpanjangan kontrak. 

Konsorsium yang dipimpin HDC awalnya menandatangani kesepakatan untuk mengakuisisi Asiana dari Kumho Industrial, serta saham Asiana baru yang akan diterbitkan dan enam afiliasi perusahaan penerbangan tersebut, senilai 2,5 triliun won. Tetapi HDC kemudian menuntut negosiasi ulang dengan Kumho mengenai persyaratan di Asiana untuk merealisasikan dampak pandemi pada industri penerbangan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA