Saturday, 3 Jumadil Akhir 1442 / 16 January 2021

Saturday, 3 Jumadil Akhir 1442 / 16 January 2021

Lima Muslimah Dunia dalam Daftar 100 Wanita Berpengaruh 2020

Jumat 27 Nov 2020 16:33 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Esthi Maharani

Seorang muslimah India bernama Bilkis menjadi salah satu dari 100 tokoh berpengaruh versi Majalah Times

Seorang muslimah India bernama Bilkis menjadi salah satu dari 100 tokoh berpengaruh versi Majalah Times

Foto: About Islam
Ada sejumlah Muslimah yang masuk dalam daftar 100 wanita berpengaruh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada banyak Muslimah berpengaruh di dunia dengan kiprahnya masing-masing. Dari sekian banyak Muslimah sukses dunia, BBC memasukkan sejumlah nama Muslimah ke dalam daftar 100 wanita berpengaruh dari seluruh dunia untuk 2020.

Di antara sekian banyak nama Muslimah itu, berikut lima di antara Muslimah berpengaruh di dunia versi BBC, dilansir di laman About Islam, Kamis (26/11):

1. Bilkis
Bilkis adalah seorang wanita Muslim India berusia 82 tahun yang berasal dari New Delhi. Dia adalah bagian dari sekelompok wanita yang secara damai memprotes Undang-Undang Amandemen Kewarganegaraan yang kontroversial. UU itu dapat menghalangi Muslim mendapatkan kewarganegaraan di negara tersebut. Dijuluki "dadis", Bilkis juga dinobatkan dalam "100 Orang Paling Berpengaruh Tahun 2020 versi Time".

2. Sarah Al-Amiri
Sarah Al-Amiri adalah Menteri Negara untuk Kemajuan Teknologi di Kabinet Uni Emirat Arab. Dia memimpin Badan Antariksa UEA. Muslimah berusia 32 tahun ini juga merupakan Ketua Dewan Ilmuwan Uni Emirat Arab dan Wakil Manajer Proyek Misi Mars Emirat.

3. Somaya Faruqi
Somaya Faruqi adalah pemimpin tim robotika khusus perempuan Afghanistan bernama 'Pemimpi Afghanistan (Afghan Dreamers)'. Ketika Afghanistan melaporkan kasus pertama Covid-19, Somaya dan timnya berhasil membuat ventilator berbiaya rendah untuk pasien.

Muslimah yang lahir pada 2002 ini telah memenangkan beberapa penghargaan, termasuk medali perak untuk Keberanian Prestasi di FIRST Global Challenge sebagai pengakuan atas sains dan teknologi di AS. Ia juga meraih penghargaan Benefiting Humanity dalam penghargaan AI di World Summit AI, the Janet Ivey-Duensing's Permission to Dream Award di Festival Film Sains Mentah (Raw Science Film Festival), dan penghargaan Tantangan Kewirausahaan di Robotex di Estonia yang merupakan festival robotika terbesar di Eropa.

4. Iman Ghaleb Al-Hamli
Dengan kelompok yang terdiri dari 10 wanita, Iman berhasil memasang mikrogrid surya untuk menawarkan energi bersih dan berdampak rendah. Microgrid adalah salah satu dari tiga yang didirikan oleh Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa di daerah sistem pembangkit listrik di Yaman.

5. Safaa Kumari
Safaa Kumari adalah ahli virologi tanaman di Suriah yang mencari solusi untuk epidemi yang merusak tanaman. Karyanya sangat penting di Suriah yang menderita kerawanan pangan akibat perang yang berkepanjangan.

Dia telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menemukan varietas tanaman yang tahan virus. Temuannya itu termasuk kacang faba yang resisten terhadap virus kuning nekrotik faba (FBNYV).

Di daftar BBC tersebut sebenarnya terdapat banyak wanita Muslim lainnya yang memberikan kontribusi positif atau bercita-cita untuk membuat perubahan di komunitas mereka. Deretan Muslimah tersebut termasuk, Aisha Yesufu, seorang aktivis Nigeria yang menuntut pemerintahan yang baik di negaranya, Waad al-Kateab seorang aktivis Suriah, jurnalis, dan pembuat film pemenang penghargaan, dan Ubah Ali, salah satu pendiri Solace for Somaliland Girls.

Selain itu, ada pula Ilwad Elman, seorang pemimpin wanita muda di garis depan proses perdamaian Somalia, Muyesser Abdul'ehed seorang penyair Muslim Uighur yang menggunakan nama pena 'Hendan', aktivis Afghani Laleh Osmany yang memimpin kampanye WhereIsMyName, dan aktivis Indonesia Febfi Setyawati.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA