Jumat 27 Nov 2020 11:31 WIB

KAI Ingatkan Masyarakat Disiplin di Perlintasan Sebidang

KAI mengimbau masyarakaat taat rambu-rambu dan waspada.

Rep: Febryan A/ Red: Fuji Pratiwi
Petugas dan relawan melakukan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang Stasiun Kemayoran, Jakarta. PT KAI mengimbau masyarakat agar disiplin saat melalui perlintasan sebidang.
Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA
Petugas dan relawan melakukan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang Stasiun Kemayoran, Jakarta. PT KAI mengimbau masyarakat agar disiplin saat melalui perlintasan sebidang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT KAI Daop 1 Jakarta meminta masyarakat lebih disiplin ketika hendak melalui perlintasan sebidang kereta api. Sebab, sudah banyak korban akibat kelalaian masyarakat di perlintasan sebidang. 

PT KAI Daop 1 Jakarta mencatat, sejak Januari hingga November 2020 terdapat 22 kecelakaan di pelintasan sebidang kereta api. Akibatnya, lima orang meninggal, tujuh luka berat, dan 13 luka ringan. 

Baca Juga

Oleh karenanya, masyarakat diminta lebih disiplin. "PT KAI Daop 1 Jakarta mengajak seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama menaati rambu-rambu yang ada serta lebih waspada saat akan melintasi pelintasan sebidang kereta api," kata Eko Purwanto, Executive Vice President PT KAI Daop 1 Jakarta, dalam keterangannya, Jumat (27/11). 

Menurut Eko, kecelakaan di pelintasan sebidang tidak hanya merugikan pengguna jalan, tapi juga merugikan PT KAI. Misalnya, terhambatnya perjalanan kereta api atau rusaknya sarana dan prasarana. 

Di sisi lain, kata Eko, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan pemerintah daerah untuk menutup sejumlah perlintasan sebidang. Sejauh ini, pemerintah daerah sudah membangun flyover di sejumlah perlintasan sebidang. 

Berdasarkan data PT KAI, di wilayah PT KAI Daop 1 Jakarta sudah terdapat 59 titik yang difasilitasi flyover maupun underpass. Namun demikian jumlah perlintasan sebidang jauh lebih banyak, yakni 452 titik. Sebanyak 244 di antaranya resmi dan 208 lainnya adalah perlintasan liar.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement