Friday, 2 Jumadil Akhir 1442 / 15 January 2021

Friday, 2 Jumadil Akhir 1442 / 15 January 2021

Labuan Bajo akan Terkoneksi Langsung ke Australia

Jumat 27 Nov 2020 09:22 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Agus Yulianto

Sejumlah kapal wisata jenis pinisi berlabuh di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT Selasa (22/1/2020).

Sejumlah kapal wisata jenis pinisi berlabuh di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT Selasa (22/1/2020).

Foto: Antara/Kornelis Kaha
Penerbangan internasional langsung juga akan ada dari Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana akan membuat konektivitas langsung untuk penerbangan internasional dari daerah yang dianggap memiliki potensi luar biasa. Salah satunya yakni penerbangan internasional langsung dari Labuan Bajo.

“Labuan Bajo direncanakan akan terkoneksi langsung dengan Australia,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020 secara virtual, Kamis (26/11).

photo
Sejumlah calon penumpang berjalan menuju pesawat di Bandar Udara Komodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT. - (Antara/Kornelis Kaha)
Tak hanya Labuan Bajo, Budi menilai, potensi wisata lainnya juga diperkirakan ada di Yogyakarta. Dengan begitu, dia merencanakan, penerbangan internasional langsung juga akan ada dari Yogyakarta.

“Yogyakarta juga akan dapat menerima penerbangan langsung dari Eropa, Amerika, serta Australia,” tutur Budi.

Tidak hanya transportasi udara, Budi memastikan, Kemenhub juga akan menyiapkan moda transportasi lain seperti kapal pesiar atau cruise. Selain itu juga seaplane untuk mendukung sektor pariwisata.

“Untuk cruise sudah kami siapkan. Selain di Bali, kita juga persiapkan di Tanjung Mas, Labuan Bajo, dan Manado. Sedangkan, di Danau toba kita siapkan adanya seaplane. Sehingga seaplane akan menjangkau Danau Toba, Labuan Bajo, Laut Banda, dan juga bisa Menjangkau Manado,” jelas Budi.

Dalam upaya mendukung pemulihan sektor pariwisata, Budi menuturkan, Kemenhub juga perlu berkoordinasi dan melakukan sinergi dengan kementerian lembaga teknis yang lain. Salah satunya dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan yang lainnya.

“Tanpa dukungan itu maka tidak mudah untuk melakukan kegiatan ini. Sehingga saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Kemenparekraf karena ini pasti memberikan suatu pengetahuan bagi semua insan pariwisata,” ujar Budi. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA