Monday, 12 Jumadil Akhir 1442 / 25 January 2021

Monday, 12 Jumadil Akhir 1442 / 25 January 2021

Puluhan Ribu Warga Argentina Antarkan Maradona ke Pemakaman

Jumat 27 Nov 2020 07:51 WIB

Red: Muhammad Akbar

 Seorang pria menunjukkan kemeja yang mengacu pada mantan pesepakbola dan pelatih Argentina Diego Armando Maradona, yang memasuki klinik Olivos, di provinsi Buenos Aires, Argentina, 03 November 2020. Maradona dipindahkan dari sebuah klinik di kota La Plata ke klinik lain di Olivos (provinsi Buenos Aires), di mana ia tiba di tengah tangisan dukungan dan ungkapan kasih sayang, untuk menjalani operasi malam ini untuk hematoma subdural.

Seorang pria menunjukkan kemeja yang mengacu pada mantan pesepakbola dan pelatih Argentina Diego Armando Maradona, yang memasuki klinik Olivos, di provinsi Buenos Aires, Argentina, 03 November 2020. Maradona dipindahkan dari sebuah klinik di kota La Plata ke klinik lain di Olivos (provinsi Buenos Aires), di mana ia tiba di tengah tangisan dukungan dan ungkapan kasih sayang, untuk menjalani operasi malam ini untuk hematoma subdural.

Foto: EPA-EFE/Juan Ignacio Roncoroni
Saat hari mulai gelap, legenda sepak bola itu dimakamkan di Bella Vista

REPUBLIKA.CO.ID, BUENOS AIRES — Kerumunan massa mengucapkan perpisahan terakhir kepada putra tercinta mereka, Diego Armando Maradona, sebelum ia dimakamkan di luar ibukota.

Saat hari mulai gelap, legenda sepak bola itu dimakamkan setelah pihak keluarga dan teman-teman dekat melakukan upacara pemakaman di pemakaman Bella Vista, di luar Buenos Aires.

Meninggalnya Maradona pada usia 60 tahun beberapa hari silam akibat serangan jantung telah menimbulkan gelombang rasa duka di seantero dunia.

"Menurut saya, Diego abadi. Menurut saya, ia tidak akan pernah mati dalam diri kami. Saya merasa sangat sedih untuk orang yang telah membuat kami sangat bersuka cita," kata pengemudi bus Antonio Avila di luar pemakaman.

Suasana perpisahan yang damai di pemakaman bertolak belakang dengan reaksi massa di sejumlah tempat saat jenazah Maradona diberangkatkan dari Buenos Aires.

Di sana, polisi anti huru-hara melepaskan gas air mata dan peluru karet saat mereka bentrok dengan massa. Situasi yang sempat berpotensi mencoreng masa-masa berduka untuk sang pahlawan.

Puluhan ribu orang ucapkan perpisahan

Puluhan ribu orang telah mengantri sejak dini hari untuk melihat peti mati Maradona, yang dihiasi bendera Argentina dan seragam bernomor punggung 10, di istana presiden Argentina.

Namun seiring berlalunya waktu, para penggemar yang mengantri menjadi tidak sabar, dan memaksa masuk. Petugas keamanan kemudian harus memindahkan peti mati Maradona ke ruangan lain karena alasan keamanan.

Meski sudah terdapat pengumuman resmi bahwa jenazah Maradona akan disimpan beberapa jam lebih lama di tempat itu, pejabat yang berwenang kemudian mengunci pintu-pintu, dan polisi anti huru-hara bentrok dengan para penggemar yang melempari batu ke arah polisi dari jalan-jalan di sekitar istana. Polisi kemudian harus menahan beberapa orang.

Kemudian, peti mati Maradona yang telah dibungkus bendera dibawa ke gerbang istana dan menuju jalan-jalan di Buenos Aires, sebelum dibawa ke tempat pemakaman.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA