Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Membuat Tie-Dye di Rumah, Dari Hobi Jadi Penghasilan Jutaan

Kamis 26 Nov 2020 20:15 WIB

Red: Fernan Rahadi

Chief Marketing Officer Ninja Xpress, Andi Djoewarsa

Chief Marketing Officer Ninja Xpress, Andi Djoewarsa

Foto: dokpri
Memulai usaha baru dapat memberikan pendapatan lebih pada masa sulit akibat pandemi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Terdapat banyak perubahan yang terjadi sejak pandemi Covid-19 berlangsung. Meskipun Indonesia dinyatakan memasuki masa resesi pada kuartal III-2020, ternyata kebiasaan masyarakat yang berdiam diri di rumah justru meningkatkan kecenderungan belanja daring.

Saat rapat bersama Panja Pemulihan Pariwisata Komisi X DPR pada Juli 2020, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menuturkan aktivitas belanja online meningkat sampai 400 persen selama pandemi. 

Hal ini pun diperkuat dengan data yang dikumpulkan oleh perusahaan konsultasi manajemen McKinsey, yaitu belanja daring menjadi alternatif utama yang banyak dipilih masyarakat selama enam hingga tujuh bulan terakhir. Hal ini dikarenakan 92 persen mencoba metode belanja baru dan ada sebanyak 57 persen yang berbelanja secara daring, serta 48 persen menggunakan layanan grocery pick up maupun aplikasi pengiriman. 

"Selain membantu para pelaku UMKM agar dapat tetap bertahan dalam kondisi ini, hal ini pun membuka peluang bisnis baru bagi masyarakat yang membutuhkan penghasilan tambahan ataupun yang telah dirumahkan dari tempat kerjanya," kata Chief Marketing Officer Ninja Xpress, Andi Djoewarsa, dalam siaran persnya, Kamis (26/11).

Andi mengatakan, memulai usaha baru dapat memberikan pendapatan lebih pada masa sulit akibat pandemi sekarang ini. Mungkin terdengar susah untuk dijalankan pada awalnya, namun berbisnis sangat mungkin untuk dilakukan dari rumah dan dengan modal yang tidak terlalu besar. 

"Ditambah lagi dengan adanya panduan atau tutorial yang dapat ditemukan di internet, mulai dari cara menjalankan bisnis hingga membuat kerajinan yang dapat dijual," kata Andi menambahkan.

Pada masa pandemi ini, tutur Andi, terdapat banyak sekali peluang yang bisa dilakukan untuk mulai berbisnis sederhana. Dengan menjual produk ke target pasar yang tepat, mendapat pendapatan yang besar bukanlah hal mustahil.

Contoh produk yang sedang digemari saat ini adalah tie-dye fashion. Motif tie-dye yang khas didapatkan dari metode pewarnaan yang melibatkan teknik melipat, memutar, melipit, dan meremas kain, yang kemudian diikat menggunakan tali atau karet gelang, sehingga tercipta perpaduan warna dan bentuk mencuri perhatian. 

"Sempat menjadi salah satu tren mode terbesar pada era 1990-an, corak tersebut pun hadir kembali sejak mewarnai koleksi berbagai rumah mode mewah pada beberapa musim terakhir, seperti Dior, Gucci, dan Balenciaga," katanya.

Sejumlah selebriti papan atas Indonesia hingga Hollywood pun terlihat memakainya. Sebut saja Prilly Latuconsina, Zaskia Adya Mecca, Aurel Hermansyah, Jennifer Lopez, Kaia Gerber, Hailey Bieber, dan Emily Ratajkowski.

"Tren ini semakin naik daun di kalangan masyarakat luas berkat label lokal maupun pengrajin UMKM yang ikut mengadaptasi corak tersebut di produk mereka," ujar Andi. 

Menurut Andi, minat tinggi masyarakat Indonesia terhadap tie-dye juga ditunjukkan dari hasil pencarian di Google yang meningkat pesat selama beberapa bulan terakhir berdasarkan data Google Trends, terutama di wilayah Bali, Yogyakarta, Jawa Tengah, Lampung, dan Banten. 

Memanfaatkan tren ini, menjual busana serta aksesoris bermotif tie-dye menjadi salah satu bisnis rumahan dengan prospek menggiurkan.

"Proses pembuatannya terbilang mudah dan bisa turut membantu melestarikan lingkungan, karena dapat memanfaatkan pakaian atau sarung bantal yang sudah tidak terpakai lagi dan di-upcycle menjadi seperti baru dengan corak tie-dye yang sedang hype," katanya.

Diah Kusumawardani, seorang dyer sekaligus pemilik label KUSUMA, menjadi contoh nyata yang mendapat penghasilan lebih setelah pandemi terjadi. Berawal dari hobi, kini ia bisa mendapatkan keuntungan Rp 3 juta hingga Rp 5 juta per bulan dengan berjualan berbagai produk tie-dye.

Andi mengatakan, penyedia layanan logistik Ninja Xpress memiliki misi tersendiri untuk membantu para pelaku UMKM selama pandemi Covid-19 dan menghadapi new normal.

"Dalam episode terbaru konten Belajar Ragam Usaha Baru (BERGURU) di channel YouTube Ninjaxpressid, Diah Kusumawardani bersama Ninja Xpress membagikan cara membuat motif tie-dye bentuk spiral di rumah," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA