Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Haded: Kaus Bertanda Tangan Maradona Jadi Kenangan Terbaik

Kamis 26 Nov 2020 19:39 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Diego Maradona (file foto)

Diego Maradona (file foto)

Foto: AP/Carlo Fumagalli
Maradona pernah ke Indonesia untuk melaksanakan coaching clinic.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Mantan pemain Timnas Indonesia sekaligus mantan pelatih Persija Jakarta Muhammad Zein Al-Haddad mengenang masa-masa pertemuannya dengan Diego Maradona pada 2013 silam. Saat itu, Mamak Al-Haddad merupakan ketua pelaksana coaching clinic saat Maradona berkunjung ke Surabaya. 

Mamak Al-Haddad mengaku sempat diberi kaos bertanda tangan legenda sepak bola Argentina terssbut. Kaos tersebut bergambar Diego Maradona yang tengah mencium piala yang diraihnya pada gelaran Piala Dunia 1986. 

"Kenang-kenangan saya dari dia pernah dikasih kaos bertanda tangan dia. Setelah ini bakal saya cari kaos itu mungkin ada di Surabaya. Kaosnya gambar dia cium piala tahun 1986," ujar Al-Haddad dikonfirmasi Kamis (26/11).

Al-Hadad mengatakan, selama di Surabaya Maradona tidak melayangkan permintaan yang aneh-aneh. Dia hanya meminta dibelikan jersey dan sepatu. "Pas di Surabaya saya sama beliau. Termasuk pas coaching clinic dampingi di situ. Selain itu, pas di Surabaya saya ingat dia cuma minta kaos dan sepatu. Langsung saya carikan di TP (Tunjungan Plaza) dengan asisten atau agen dia. Pokok saya turutin apa mau dia karena sempat tidak sukses pelaksanaan di Jakarta dan Makassar," ujar Al-Hadad.

Acara coaching clinic dan tango football Maradona digelar di Tuga Pahlawan Surabaya, pada Selasa 2 Juli 2013. Sekitar 100 peserta memgikuti legiatan tersebut. Al-Hadad mengungkapkan, Maradona merasa kerasan di Surabaya. Bahkan, Maradona yang jadwalnya hanya sehari di Kota Pahlawan, memperpanjang masa tinnggalnya menjadi dua hari.

"Dia betah di Surabaya. Targetnya cuma sehari saja di Surabaya. Saking betahnya dia sampai dua hari di Surabaya. Artinya dia sangat senang di Surabaya dan acara coaching clinic di Surabaya juga berjalan sukses, walau sempat hujan," kata Al-Hadad.

Maradona meninggal dunia dalam usia 60 tahun. Mantan striker andalan Argentina itu mengalami serangan jantung di rumahnya di Tigre, Argentina, Rabu (25/11) waktu setempat. Dua pekan lalu, Maradona sempat menjalani operasi untuk menghilangkan gumpalan darah di otaknya. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA