Tuesday, 6 Jumadil Akhir 1442 / 19 January 2021

Tuesday, 6 Jumadil Akhir 1442 / 19 January 2021

Setop Beri Makanan Sisa untuk Hewan Peliharaan

Kamis 26 Nov 2020 18:17 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Qommarria Rostanti

Hewan peliharaan (ilustrasi).

Hewan peliharaan (ilustrasi).

Foto: Republika/Mardiah
Makanan berlemak dapat menyebabkan penyakit yang berpotensi mengancam jiwa hewan.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Musim liburan panjang di depan mata. Saat momen liburan biasanya terhidang banyak makanan lezat untuk disantap.

Akan tetapi bagi yang punya hewan peliharaan, sebaiknya menahan diri sejenak untuk memberikan sisa makanan lezat itu kepada satwa. Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika mengingatkan agar pemilik hewan peliharaan tetap waspada untuk tidak memberikan sisa makanan karena berpotensi mematikan, bagi anjing maupun kucing.

Berikut beberapa tips dari FDA agar hewan peliharaan tetap aman pada musim liburan seperti dilansir di Guidon, Kamis (26/11):

1. Buang sisa makanan

Saat melihat hewan peliharaan seperti ingin ikut makan, pastinya tidak tega untuk memberinya makanan. Akan tetapi, tahan godaan untuk memberinya sepotong  ayam, atau jenis makanan liburan berlemak lainnya.

Selain gangguan pencernaan yang khas (muntah dan diare), makanan berlemak dapat menyebabkan penyakit yang berpotensi mengancam jiwa satwa seperti pankreatitis. Gejala pankreatitis yang paling umum pada anjing termasuk muntah, sakit perut, gelisah, gemetar, diare, dan kelemahan. Pada kucing, gejalanya kurang jelas dan lebih sulit dikenali, seperti nafsu makan menurun dan penurunan berat badan.

Baik anjing dan kucing tidak perlu menerima sisa makanan saat makan siang.
Bersikaplah tegas saat makan malam dan tahan keinginan untuk memberi sisa makanan ke hewan peliharaan. Jangan lupa, setelah makan malam, buang sisa makanan dan tulang di tempat yang tidak bisa dijangkau oleh hewan.

2. Perhatikan tanda keracunan

Makanan manis seperti cokelat dan permen juga bisa berbahaya bergantung kandungan di dalamnya. Toksisitas cokelat tergantung pada jenis dan jumlah coklat, misalnya bisa jadi beracun karena kandungan theobromine. Toksisitas theobromine dapat menyebabkan berbagai gejala, dari yang ringan sampai parah, termasuk muntah, diare, gelisah, hiperaktif, buang air kecil meningkat, kejang otot.

Adapun permen bebas gula yang tampaknya tidak berbahaya juga dapat menyebabkan masalah yang mengancam jiwa hewan peliharaan jika mengandung xylitol. Xylitol, pemanis alkohol gula yang populer, ditemukan dalam makanan seperti permen, selai kacang, permen karet, es krim rendah kalori, dan makanan yang dipanggang.

Gejala keracunan xylitol dapat terjadi hanya dalam 20 menit. Umumnya muntah merupakan gejala pertama, diikuti gejala gula darah rendah seperti aktivitas menurun, lemas, terhuyung-huyung, tidak terkoordinasi, pingsan dan kejang. Beberapa anjing mengalami komplikasi yang lebih parah, termasuk gagal hati. Jika pemilik hewan peliharaan mencurigai anjing atau kucingnya telah memakan cokelat atau asupan yang mengandung xylitol, segera hubungi dokter hewan.

3. Santai dan tetap waspada

Jangan biarkan imbauan FDA ini menimbulkan paranoia tentang hewan peliharaan keluarga dan perayaan hari raya. Bersantai dan nikmati liburan dengan mencegah godaan yang membahayakan hewan peliharaan. Jika hewan peliharaan tidak sengaja menjangkau ke hal-hal yang tidak seharusnya mereka lakukan, jangan panik. Segera hubungi dokter hewan daripada menunggu gejala serius berkembang.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA