Saturday, 10 Jumadil Akhir 1442 / 23 January 2021

Saturday, 10 Jumadil Akhir 1442 / 23 January 2021

PDIP Hormati dan Dukung Langkah Hukum KPK terhadap Andreau

Kamis 26 Nov 2020 17:01 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Ratna Puspita

Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah

Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah

Foto: MPR RI
Basarah mengatakan Andreu Pribadi Misata tak lagi aktif dalam PDIP.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyerahkan sepenuhnya pemeriksaaan tersangka penerima suap di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Andreu Pribadi Misata (APM). PDIP mengatakan, saat ini APM tidak lagi aktif dalam partai.

"Karena keberadaan saudara Andreau sebagai staf ahli Menteri KKP adalah keputusan pribadi yang bersangkutan maka segala bentuk perilaku dan tindak tanduknya sama sekali tidak berkaitan dengan PDI Perjuangan," kata Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah dalam keterangan, Kamis (26/11).

Basarah mengakui, APM sempat mencalonkan diri sebagai anggota legislatif tingkat nasional bersama PDIP pada pileg 2019 lalu. Wakil ketua MPR ini melanjutkan, saat itu dia memang menjadi anggota partai.

Baca Juga

"Namun, usai pencalonan yang gagal itu, yang bersangkutan sudah tidak aktif lagi di partai," katanya.

Kendati demikian, dia mengatakan, PDIP tidak akan segan memberikan sanksi kepada APM jika terbukti bersalah dan benar terlibat dalam dugaan kasus korupsi di lingkungan KKP. Secara pribadi, dia tidak mengetahui bahwa APM sudah menjadi staf ahli Menteri Eddy Prabowo.

"Tentu sanksi tegas akan diberikan," katanya.

Sebelumnya, dua tersangka penerima suap di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kedua tersangka itu adalah Andreu Pribadi Misata (APM) dan Amiril Mukminin (AM).

"Siang ini sekira pukul 12.00 kedua tersangka APM dan AM secara kooperatif telah menyerahkan diri dan menghadap penyidik KPK," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Kamis (26/11).

APM merupakan staf khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sekaligus Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster pada KKP. Sedangkan AM merupakan seorang dari pihak swasta. 

Ali mengatakan, saat ini kedua tersangka sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penerimaan suap terkait perizinan tambak, usaha dan atau pegelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya.

"Setelah menjalani pemeriksaan, penyidik akan melakukan upaya paksa penahanan terhadap kedua tersangka menyusul lima orang tersangka lainnya pascapenangkapan pada Rabu dini hari kemarin," kata Ali lagi. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA

 
 
 

TERPOPULER

Kamis , 01 Jan 1970, 07:00 WIB