Sunday, 4 Jumadil Akhir 1442 / 17 January 2021

Sunday, 4 Jumadil Akhir 1442 / 17 January 2021

Pasukan Azerbaijan Mulai Masuk ke Wilayah Kalbajar

Kamis 26 Nov 2020 16:44 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah

Tentara Azerbaijan.

Tentara Azerbaijan.

Foto: Azerbaijan's Defense Ministry via AP
Kaljabar adalah salah satu wilayah yang diserahkan Armenia ke Azerbaijan.

REPUBLIKA.CO.ID, KALBAJAR -- Kementerian Pertahanan Azerbaijan mengatakan, pasukan Azerbaijan mulai masuk ke wilayah Kaljabar. Itu salah satu wilayah yang diserahkan Armenia dalam kesepakatan gencatan senjata untuk mengakhiri pertempuran di Nagorno-Karabakh.

Dalam kesepakatan yang ditengahi Rusia dua pekan lalu Armenia harus menyerahkan sejumlah wilayah ke Azerbaijan. Sebelum Kalbajar, pekan lalu Azerbaijan mengambil alih Agdam.

Kalbajar diperkirakan akan diserahkan pada 15 November, tapi Azerabijan setuju untuk menundanya. Pemerintah Azerbaijan mengatakan cuaca yang semakin memburuk menyulitkan tentara dan warga Armenia keluar dari wilayah itu.

Sebab hanya ada satu jalan di daerah pegunungan yang menyambungkan wilayah itu dengan wilayah Armenia lain. Dalam sebuah rekaman video terlihat pasukan Azerbaijan mulai bergerak perlahan sambil mencari ranjau darat.

"Pekerjaan teknik untuk memastikan pergerakan unit kami di jalan daerah pegunungan sulit yang dilalui pasukan kami bersih dari ranjau dan siap digunakan sudah selesai," kata Kementerian Pertahanan Azerbaijan dalam pernyataannya seperti dikutip Aljazirah, Kamis (26/11).

Nagorno-Karabakh terletak di Azerbaijan tapi dikendalikan etnik Armenia yang didukung pemerintah Armenia sejak gencatan senjata tahun 1994. Tidak hanya Nagorno-Karabakh jatuh ke tangan etnik Armenia tapi juga daerah-daerah sekitarnya.  

Pertempuran terbaru yang pecah pada 27 September lalu menjadi bentrokan terbesar sejak gencatan Nagorno-Karabakh. Pertempuran dua bekas wilayah Uni Soviet tersebut dilaporkan menewaskan ratusan orang.

Kedua belah pihak akhirnya sepakat mengakhiri pertempuran setelah beberapa upaya gencatan senjata sebelumnya mengalami kegagalan. Perjanjian tersebut menjadi kemenangan bagi Azerbaijan. Protes keras muncul di Armenia. Puluhan ribu orang turun ke jalan menuntut perdana menteri mundur.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA