Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Tawon Bisa Picu Kecelakaan Pesawat dengan Cara tak Terduga

Kamis 26 Nov 2020 16:39 WIB

Rep: Meiliza Laveda/Puti Almas/ Red: Dwi Murdaningsih

Pesawat terbang (Ilustrasi)

Pesawat terbang (Ilustrasi)

Foto: VOA
Tawon keyhole biasa membuat sarang di alat yang dipakai untuk ukur kecepatan pesawat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tawon jenis keyhole (Pachodhynerus nasidens) rupanya bisa membahayakan penerbangan. Serangga asli Amerika Selatan dan Tengah serta Karibia ini seringkali membangun sarang di lubang-lubang kecil. Tak terkecuali di lubang bukaan perangkat yang digunakan untuk mengukur kecepatan pesawat terbang.

Investigasi baru-baru ini menunjukkan bahwa masalah yang ditimbulkan dari kebiasaan tawon tersebut sangat serius. Kerjadian ini pernah dialami pada 21 November 2013, saat Airbus A330-200 bersiap lepas landas dari Bandara Brisbane di Australia.

Saat itu pilot melihat ada keanehan dalam perangkat yang membaca kecepatan udara. Pesawat diizinkan lepas landas dua jam kemudian, namun keanehan tetap terjadi.

Karena tidak dapat berhenti, pilot pun tidak memiliki pilihan selain melanjutkan lepas landas dan saat di udara keanehan tetap terjadi. Pilot akhirnya mengeluarkan panggilan darurat dan membalikkan pesawat, hingga kemudian melakukan pendaratan.

“Saat diperiksa, sisa-sisa yang tampak seperti tawon ditemukan di salah satu probe pitot pesawat," jelas Alan House, ahli biologi dari Eco Logical Australia dan penulis utama studi PLOS ONE baru, dilansir Gizmodo, Kamis (26/11).

Pitot adalah instrumen yang memberi tahu pilot seberapa cepat mereka melaju saat di udara. Instrumen ini termasuk bagian sangat penting untuk penerbangan aman.

Meski seekor serangga tampaknya tidak mungkin dapat menjatuhkan pesawat  tetapi hal seperti itu mungkin pernah terjadi sebelumnya, pada Februari 1996. Saat itu, pesawat Boeing 757 jatuh tak lama setelah lepas landas dari Republik Dominika. Kecelakaan ini menewaskan 189 orang di dalamnya.

Pilot Boeing 757 saat itu telah salah menilai kecepatan pesawat, di mana hasil pembacaan kecepatan udara yang tidak wajar dari probe pitot. Kerusakan itu disebabkan oleh seekor tawon. Namun, pesawat yang jatuh tidak pernah ditemukan, sehingga teori itu tidak pernah terbukti secara resmi.

Seperti yang ditunjukkan oleh studi baru, tawon membangun sarang di dalam probe pitot, sangat umum terjadi. Salah satu yang menjadi perhatian khusus adalah tawon keyhole, yang merupakan serangga asli Amerika Selatan dan Tengah serta Karibia.

Tawon ini membangun sarangnya di rongga, termasuk celah jendela, soket listrik, dan lubang kunci.  Serangga soliter ini hidup di lingkungan tropis dan subtropis dan berukuran panjang sekitar 10 hingga 12 milimeter.

Insiden di Bandara Brisbane 2013 tak menjadi yang pertama. Sejak itu, hingga April 2019, petugas telah melaporkan 26 insiden terkait tawon. Beberapa diantaranya mengakibatkan prosedur darurat harus dilakukan.

Meski petugas di bandara dan teknisi pesawat cukup baik dalam menangani risiko yang ditimbulkan hewan lainnya seperti burung, untuk tawon keyhole masih belum sepenuhnya dipahami.

House bersama rekan-rekan peneliti dalam studi terbaru mencetak  3D beberapa replika probe pitot, yang ditempatkan di empat lokasi strategis di sekitar Bandara Brisbane. Selama periode pemantauan 39 bulan, tim mencatat 93 kejadian di mana serangga memblokir probe replika.

Periode pemantauan yang lama juga memungkinkan tim untuk mempelajari kondisi yang disukai serangga ini untuk membangun sarang. Konon, tawon membuat lebih banyak sarang selama bulan-bulan musim panas, pada suhu antara 75 dan 88 derajat F (24 - 31 derajat C).

Soal bagaimana pejabat bandara dan maskapai harus menangani masalah tersebut, House mengatakan ada beberapa hal sederhana dapat dilakukan. Diantaranya  seperti menutupi probe saat pesawat diparkirkan dan tindakan pengurangan populasi tawon, seperti perangkap, dapat mengurangi risiko insiden.

Selain itu, House mengatakan semua maskapai penerbangan perlu mengadopsi kebijakan perlindungan pitot probe.  Di Bandara Brisbane dan bandara lain di sepanjang pesisir timur Australia, pemantauan terhadap potensi bahaya dari tawon keyhole dilakukan,termasuk mencegah penyebaran hewan ini ke wilayah lain di Negeri Kangguru.

Membasmi tawon keyhole di Australia saat ini bukanlah suatu pilihan dan bukan jaminan serangga tersebut tidak akan kembali di masa depan. Masalah serupa mungkin dapat menyebar ke daerah atau negara lain di dunia, serta diprediksi tak akan berakhir.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA