Friday, 2 Jumadil Akhir 1442 / 15 January 2021

Friday, 2 Jumadil Akhir 1442 / 15 January 2021

Donald Trump Beri Grasi kepada Loyalisnya, Michael Flynn

Kamis 26 Nov 2020 08:55 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

Michael Flynn diberi grasi oleh Donald Trump

Michael Flynn diberi grasi oleh Donald Trump

Foto: BBC
Michael Flynn mengaku berbohong kepada FBI selama penyelidikan intervensi Rusia

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengampuni mantan penasihat keamanan nasionalnya, Michael Flynn, pada Rabu (25/11). Dia sebelumnya telah mengaku bersalah berbohong kepada Biro Investigasi Federal (FBI) selama penyelidikan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden 2016.

"Merupakan kehormatan bagi saya untuk mengumumkan bahwa Jenderal Michael T. Flynn telah diberikan Pengampunan Penuh. Selamat untuk @GenFlynn dan keluarganya yang luar biasa, saya tahu Anda sekarang akan memiliki Thanksgiving yang benar-benar fantastis!" kata Trump di Twitter.

Dikutip dari Aljazirah, Flynn mengaku bersalah pada 2017 karena membuat pernyataan palsu kepada FBI tentang kontaknya dengan mantan Duta Besar Rusia untuk AS Sergey Kislyak pada 2016. Flynn dan Kislyak telah membahas reaksi Moskow terhadap sanksi yang dijatuhkan oleh mantan Presiden Barack Obama, saat Obama masih menjabat presiden dan Trump adalah presiden terpilih.

Baca Juga

Penasihat Khusus Robert Mueller ditunjuk pada 2017 untuk menyelidiki tuduhan campur tangan Rusia dalam pemilihan AS. Salah satu langkah pertamanya adalah mendakwa Flynn, yang kemudian bekerja sama dengan penyelidikan Mueller secara ekstensif hingga 2019. Kerja sama itu sebagai bagian dari kesepakatan pembelaan untuk mengurangi hukuman penjara.

Pada Januari 2020, Flynn berusaha untuk menarik pengakuan bersalah beberapa minggu sebelum dia menghadapi hukuman. Jaksa Agung William Barr pada Mei mengajukan mosi untuk membatalkan dakwaan terhadap Flynn, sebuah langkah yang ditolak oleh Hakim Distrik AS Emmet Sullivan.

Anggota Kongres AS dari Partai Demokrat dan ketua Komite Intelijen House of Representatives, Adam Schiff, mengatakan Trump telah berulang kali menyalahgunakan wewenang pengampunan. Dia memberikan itu untuk memberi penghargaan kepada teman-teman dan melindungi mereka yang menutupi masalahnya.

Flynn adalah rekan Trump kedua yang dihukum dalam penyelidikan Rusia yang diberikan grasi oleh presiden. Trump meringankan hukuman orang kepercayaan lamanya, Roger Stone, hanya beberapa hari sebelum dia melapor ke penjara. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA