Rabu 25 Nov 2020 23:48 WIB

Pasien Covid-19 di DIY Bertambah 150 Jadi 5.453 Kasus

Penambahan pasien baru Covid-19 di DIY rata-rata dari Sleman

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat jumlah pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 di wilayah itu pada Rabu bertambah 150 sehingga total menjadi 5.453 kasus.

"Hasil pemeriksaan laboratorium dan terkonfirmasi positif pada hari ini tanggal 25 November 2020 terdapat tambahan 150 kasus positif," kata Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan COVID-19 Berty Murtiningsih melalui keterangan resmi di Yogyakarta, Rabu.

Dikatakan jika dilihat berdasarkan wilayah domisili, 150 pasien positif yang tercatat sebagai kasus 5.309 sampai 5.458 itu terdiri atas 13 kasus asal Kota Yogyakarta, delapan kasus Kabupaten Bantul, tiga kasus Gunung Kidul, 121 kasus Kabupaten Sleman, serta lima kasus asal Kulon Progo.

Sementara itu, jika mengacu riwayat kasusnya, kata dia, terdiri atas 77 kasus hasil skreening pendidikan, lima kasus periksa mandiri, 13 kasus tracing kontak kasus positif, serta 55 kasus masih dalam penelusuran.

Menurut Berty, tambahan kasus pada Rabu ini berasal dari hasil pemeriksaan laboratorium di DIY terhadap 1.214 sampel spesimen dari 1.101 orang.

Selain pasien positif, Berty juga mencatat tambahan 144 pasien sembuh, sehingga total jumlah kasus sembuh COVID-19 di DIY menjadi 4.141 kasus.

Ia mengatakan jika dilihat berdasarkan wilayah domisili, 144 pasien sembuh itu terdiri atas tujuh kasus asal Kota Yogyakarta, 126 asal Kabupaten Bantul, serta 11 kasus asal Sleman.

Ia juga mencatat jumlah kasus meninggal sebanyak tiga kasus yakni kasus 5242, perempuan, 57 tahun asal Bantul; kasus 5245, perempuan, 63 tahun, Kota Yogyakarta; serta kasus 5252, laki laki, 45 tahun asal Sleman.

Berdasarkan data dari rumah sakit rujukan, ia mencatat total suspek COVID-19 hingga Rabu, tercatat 15.550 orang.

Dari jumlah suspek tersebut, 5.453 orang terkonfirmasi positif di mana 4.141 orang di antaranya sembuh dan 136 orang meninggal.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement