Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Lamongan Kini Punya Mobil Sekolah Keliling

Rabu 25 Nov 2020 23:17 WIB

Red: Nora Azizah

Persatuan Guru Republik Indonesia(PGRI) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, meluncurkan mobil sekolah kelliling (Foto: ilustrasi)

Persatuan Guru Republik Indonesia(PGRI) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, meluncurkan mobil sekolah kelliling (Foto: ilustrasi)

Foto: Republika/Thoudy Badai
Mobil sekolah keliling bisa dimanfaatkan untuk akses internet saat belajar daring.

REPUBLIKA.CO.ID, LAMONGAN -- Persatuan Guru Republik Indonesia(PGRI) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, meluncurkan mobil sekolah kelliling. Hal ini sebagai inovasi untuk mendukung pendidikan di wilayah setempat, serta sebagai program sinergis dengan program Dinas Pendidikan Jago Sinau.

Ketua PGRI Lamongan, Rahardjo, di Lamongan, Rabu (25/11), mengatakan, peluncurkan mobil sekolah keliling juga untuk memperingati ulang tahun ke-75 PGRI dan Hari Guru Nasional. Inovasi ini dibuat dengan memanfaatkan mobil pemberian Bupati Lamongan yang dilengkapi perangkat video.

"Guru-guru yang siap memberikan pembelajaran, dan diharapkan mobil tersebut mampu membantu pemerataan pembelajaran siswa di Lamongan," kata Raharjo.

Ia mengakui tidak semua daerah dapat secara maksimal mengakses internet. Dengan adanya mobil sekolah keliling ini diharapkan dapat membantu proses pembelajaran di saat pandemi.

“Dari pemerintah memang sudah ada bantuan internet, namun belum bisa dilaksanakan secara maksimal di daerah, lembaga, serta siswa yang belum terakses internet sehingga PGRI jemput bola datang ke lembaga, kecamatan atau cabang-cabang PGRI, bekerjasama dengan Dispendik di kecamatan," kata Rahardjo.

Ia menjelaskan, mobil sekolah keliling merupakan ide yang dicetuskan oleh Smart Learning and Character Center (SLCC) Jatim. Namun, baru Kabupaten Lamongan yang mewujudkan bentuk sekolah keliling tersebut.

Sementara Bupati Lamongan, Fadeli, memberikan apresiasi terhadap inovasi yang telah dilakukan PGRI Lamongan. Menurutnya, sekolah tatap muka dianggap sangat penting, terlebih pada wilayah-wilayah terpencil yang kesulitan dalam akses internet.

"Mobil sekolah keliling menuju normal baru ini merupakan inovasi hebat. PGRI melakukan jemput bola ke sekolah-sekolah, terutama sekolah-sekolah yang sulit akses internetnya," katanya.

Sementara terkait dengan pembelajaran tatap muka di Lamongan, Fadeli memastikan jika hal tersebut sedang dipersiapkan untuk dilaksanakan di Kabupaten Lamongan. Pembelajaran tatap muka di Lamongan sudah dimulai, namun hanya sekedar uji coba.

"Uji coba karena memang belum boleh. Kemarin sudah diberikan rambu-rambu oleh Kementerian, dan Insya Allah Lamongan siap," kata Fadeli.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA