Saturday, 3 Jumadil Akhir 1442 / 16 January 2021

Saturday, 3 Jumadil Akhir 1442 / 16 January 2021

Pemuda Pancasila Geram karena Kiai Maruf Diminta Mundur

Rabu 25 Nov 2020 23:00 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Andi Nur Aminah

Wakil Presiden Maruf Amin

Wakil Presiden Maruf Amin

Foto: Dok.KIP/Setwapres
Ketika ada orang yang meminta Kiai Ma’ruf mundur sama halnya menyakiti warga NU.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila, Arif Rahman mengaku geram dengan sejumlah pihak yang meminta Wakil Presiden KH Maruf Amin mundur dari jabatannya. Menurut Arif, Kiai Ma'ruf Amin menjadi orang nomor dua di Indonesia karena mendapat dukungan dari masyarakat luas. 

"Artinya, kalau hanya satu atau dua orang yang meminta Wapres mundur, ini namanya melawan masyarakat luas yang mendukung Kiai Ma'ruf Amin di Pilpres kemarin," ujar Arif Rahman dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Rabu (25/11).

Lebih lanjut, Arif mengungkapkan, Kiai Ma'ruf juga mempunyai kontribusi besar dalam memenangkan pertarungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pilres 2019 lalu. "Karena berpasangan dengan Kiai Ma'ruf, umat Islam khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU) pun satu suara memenangkan Pak Jokowi waktu itu," ucapnya.

Baca Juga

Memang pada Pilpres lalu, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin menang telak di sejumlah daerah yang menjadi basis NU. Di antaranya, Provinsi Jawa Timur. Karena itu, menurut Arif, ketika ada orang yang meminta Kiai Ma’ruf mundur sama halnya menyakiti warga NU.

"Makanya, ini ada segelintir orang seenaknya saja minta Wapres mundur. Ini sama menyakiti warga NU," kata Arif yang juga Dewan Pembina Master C19.

Sebelumnya, mantan politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean meminta Kiai Ma’ruf mundur dari jabatannya sebagai wakil presiden dan bergabung dengan Front Pembela Islam (FPI). Tak hanya itu, Ferdinand juga menyebut bahwa Kiai Ma’ruf tidak bisa bekerja.

Karena itu, Arif mengingatkan kepada Ferdinand Hutahaean agar dapat menjaga ucapannya. "Termasuk pernyataan ini (gabung FPI, Red), Ferdinand ini tahu enggak kalau Kiai Ma'ruf adalah Ketua Umum MUI (Majelis Ulama Indonesia). Masak Ketua Umum MUI gabung FPI," jelas Arif.

Arif juga menampik anggapan Ferdinanad bahwa Kiai Ma’ruf tidak bisa bekerja. Sejak Presiden Jokowi menyatakan bahwa Indonesia dilanda pandemi Covid-19 pada 2 Maret lalu, kata Arif, Kiai Ma’ruf fokus bekerja menanggulangi pandemi.

"Sampai hari ini Wapres terus mendorong penanggulangan pandemi Covid-19. Terus Ferdinand menilai Wapres tidak bekerja dasarnya apa?," ujarnya.

Dia menambahkan, pernyataan Ferdinand tersebut juga menyulut emosi relawan Wapres Ma'ruf Amin yang tergabung dalam Master C19. Para relawan dan santri Kiai Ma’ruf menuntut Ferdinand untuk segera meminta maaf kepada masyarakat luas dan khususnya kepada Kiai Ma’ruf.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA