Rabu 25 Nov 2020 21:06 WIB

KPU: Sorlip Surat Suara Pilkada Sukabumi Selesai LIma Hari

Surat suara yang dalam kondisi baik sebanyak 793.337 surat suara.

Rep: riga nurul iman / Red: Hiru Muhammad
Ketua KPU Kabupaten Sukabumi Ferry Gustaman dan Pjs Bupati Sukabumi R Gani Muhamad meninjau simulasi pemungutan dan penghitungan suara di Kecamatan Caringin, Sabtu (21/11)
Foto: istimewa
Ketua KPU Kabupaten Sukabumi Ferry Gustaman dan Pjs Bupati Sukabumi R Gani Muhamad meninjau simulasi pemungutan dan penghitungan suara di Kecamatan Caringin, Sabtu (21/11)

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi menargetkan proses penyortiran dan pelipatan (Sorlip) surat suara selesai dalam lima hari. Hasil sementara sorlip ada ratusan surat suara yang rusak. "Dari hasil sortir mulai 21 Nopember 2020 hingga 23 Nopember ada sebanyak 261 surat suara rusak," ujar Ketua KPU Kabupaten Sukabumi Ferry Gustaman kepada wartawan, Rabu (25/11). Hal tersebut merupakan hasil sortir terhadap 793.598 surat suara.

Dimana surat suara yang dalam kondisi baik sebanyak 793.337 surat suara. Nantinya surat suara yang rusak akan di musnahkan dan akan dimintai kekurangannya sesuai yang rusak ke percetakan.

Ferry mengatakan, sesuai dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) jumlah suara yang dilipat adalah 1.861.192 surat suara ditambah 2 ribu surat suara untuk pemungutan suara ulang (PSU). Sementara untuk target sorlip sendiri ditargetkan selesai dalam waktu lima hari kerja.

Untuk para petugas yang melakukan sorlip dilakukan dua shif kerja, pertama shif siang yang dimulai dari pukul 07.00 WIB sampai 16.00 WIB. Sementara shif dua dimulai dari Pukul 16.00 WIB sampai 22.00 WIB.“Jadi dibagi dua shif, setiap shif jumlah petugas sorlip 50 per gedung dikali 2 jadi 100 orang per Shif," kata Ferry.

Pengaturan seperti itu, karena sesuai dengan arahan dari satgas Covid-19 untuk menjaga jarak saat berada diruangan, ruangan itu hanya cukup 50 orang per gedung. Intinya kata Ferry, proses sortir surat suara dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19. Sehingga diharapkan tidak ada kasus positif Covid-19 dalam pelaksanaan pilkada. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement