Wednesday, 7 Jumadil Akhir 1442 / 20 January 2021

Wednesday, 7 Jumadil Akhir 1442 / 20 January 2021

Mike Tyson Menganggap Cus d’Amato Seperti Ayahnya

Rabu 25 Nov 2020 20:43 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Endro Yuwanto

Mike Tyson

Mike Tyson

Foto: EPA/Tannen Maury
D'Amato meninggal pada tahun 1985 ketika Tyson berusia 19 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA -- Cus d’ Amato merupakan sosok penting dalam perjalanan karier Mike Tyson. Ia yang melihat potensi kemampuan bertinju Tyson.

D'Amato kagum kepada Tyson muda sehingga menjadi pelatihnya. Bahkan D'Amato sudah seperti ayah Tyson.

Dilansir dari Talksport, Rabu (25/11), Tyson pernah tinggal bersama D'Amato selama menjalani proses latihan. Meski sempat beberapa kali pergi, namun ia kembali ke pangkuan D'Amato. Setelah tiga tahun ibu Tyson meninggal, D'Amato resmi menjadi walinya.

Sentuhan D’ Amato kepada Tyson sangat cepat dampaknya. Setelah pertarungan pro pertamanya pada 1985, si Leher Beton mendapatkan perhatian dunia dengan sekejap karena kemampuan membuat lawan KO dengan ganas. Karena itu, Tyson memberikan penghormatan dan penghargaan terbesarnya kepada D’ Amato yang menanamkan mentalitas kuat.

“Saya mengembangkan (kemampuan knockout saya) melalui Cus D’Amato yang menyuruh saya berulang kali untuk melakukan gerakan ini dan memukul dengan niat buruk semacam ini,” kata Tyson.

D’ Amato mengatakan kepada New York Times bahwa Tyson membuatnya bersemangat dan menjadikannya seperti anak muda. Ketika D’ Amato berjumpa Tyson, usianya sudah sekitar 70 tahun. Ia memberikan sentuhan cinta kepada Tyson.

Namun D'Amato juga tahu bagaimana memotivasi mental Tyson dan sesekali menantangnya. D'Amato seringkali menyamakan kekerasan dengan kebesaran. Itu yang ditanamkan kepada Tyson. “Dia sangat kuat dan keras, tidak takut menghadapi kematian. Dia akan berkata, 'Saya tidak peduli, saya adalah seekor binatang. Mereka harus membunuh saya untuk menghentikan saya '."

Setiap usai pertarungan, Tyson berbicara pada D'Amato mengenai patah tulang rusuk dan hidung. Tetapi, kata Tyson, dia tak meneriakkannya. Dia melakukannya dengan tenang.

“Dia berbicara tentang menyakiti orang tanpa perasaan. Jika Anda bisa mendengar Cus berbicara dengan saya, itu menakutkan apa yang dia ingin saya lakukan kepada orang lain. Cus menghancurkan orang,” kata Tyson menambahkan.

D'Amato meninggal pada tahun 1985 ketika Tyson berusia 19 tahun. Tyson memiliki banyak utang budi kepada D'Amato. Berawal dari D'Amato, Tyson mempunyai ketenaran dan kekayaan berkat prestasinya di dunia tinju. Tyson akan kembali naik ring melawan Roy Jones Jr dalam laga eksibisi 28 November 2020 di usianya yang sudah 54 tahun.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA