Saturday, 10 Jumadil Akhir 1442 / 23 January 2021

Saturday, 10 Jumadil Akhir 1442 / 23 January 2021

10 Prediksi Tren Pangan dan Gizi 2021

Rabu 25 Nov 2020 16:45 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Qommarria Rostanti

Ada beberapa kondisi pangan dan gizi yang diprediksi menjadi tren pada 2021.

Ada beberapa kondisi pangan dan gizi yang diprediksi menjadi tren pada 2021.

Foto: Republika/Prayogi
Sejumlah bahan akan dilirik industri makanan seperti minyak zaitun dan vitamin C.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tahun 2020 membawa perubahan bagi banyak orang di seluruh dunia. Kebiasaan dan perilaku sehari-hari berubah secara dramatis.

Banyak orang kembali fokus pada kesehatan dan kesejahteraan, termasuk apa yang mereka makan. Dilansir di laman Health Line, berikut 10 tren makanan dan nutrisi teratas yang diperkirakan muncul pada 2021:

1. Penguat kekebalan tubuh

Industri makanan membuat catatan nutrisi tambahan yang dapat mendukung fungsi kekebalan dan kesehatan secara keseluruhan, seperti seng, selenium, vitamin C, dan vitamin D. Elderberry, echinacea, astragalus, kunyit, dan jahe adalah beberapa suplemen herbal terlaris yang diklaim dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan.

Selain itu, sejumlah bahan akan dilirik industri makanan, seperti, minyak zaitun untuk mendukung kesehatan jantung, vitamin C untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, atau probiotik dalam kombucha untuk meningkatkan sistem pencernaan sehat.

2. Kesehatan mental

Meskipun makanan tidak dapat mengobati atau menyembuhkan depresi, kecemasan, stres, namun mengonsumsi makanan kaya nutrisi dapat membantu mendukung kesehatan mental. Makanan yang kaya antioksidan, vitamin (misalnya vitamin B), mineral (seng, magnesium), serat, lemak sehat, dan senyawa bioaktif lainnya seperti probiotik dikaitkan dengan kesehatan mental lebih baik. Namun hal tersebut masih membutuhkan studi lebih lanjut.

3. Lokalisme

Pandemi memberi banyak orang apresiasi baru terhadap komunitas lokal, terutama pemasok makanan dari toko bahan makanan, pasar petani, dan restoran. Ke depannya, minat membeli dan mengonsumsi makanan lokal semakin meningkat.

4. Cerita latar

Banyak konsumen tertarik mempelajari latar belakang perusahaan, seperti bisnis keluarga multigenerasi. Perusahaan harus fokus pada makna di balik produknya dan memberi konsumen alasan membeli produknya.

5. Climatarian

Menggemakan manfaat lokalisme diharapkan bisa membumikan praktik makanan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Banyak orang kebanyakan akan berfokus pada makanan yang memiliki dampak iklim paling rendah. Konsumen dapat memilih membeli produk lokal dan hewani untuk menurunkan emisi karbon yang disebabkan pengiriman makanan jarak jauh.

6. Fleksibilitas

Ada dorongan berkembang untuk mengurangi asupan produk hewani. Menariknya, 60 persen kaum milenial tertarik menerapkan pola makan fleksibel.

7. Perbaikan budaya diet

Pada 2021, kemungkinan diet ketat dan program penurunan berat badan tidak disukai karena orang-orang mencari pendekatan kesehatan lebih seimbang. Selain itu, semakin banyak orang menerapkan gaya makan yang menerima semua makanan dalam jumlah sedang.

8. Perlengkapan makan

Tahun 2020 mengajarkan, memasak dari rumah bisa menjadi pengalaman menyenangkan. Namun, dengan kehidupan yang mulai melaju normal, kita akan melihat tren berkembang menuju paket makanan siap saji dan kotak makanan kesehatan sehingga menghemat waktu Anda.

Layanan pengiriman paket makanan telah berkembang pesat dalam satu tahun terakhir berkat kesehatan, kenyamanan, dan harga terjangkau. Faktanya, pasar pengiriman peralatan makan diproyeksikan menjadi industri senilai 20 miliar dolar AS (sekitar Rp 283 triliun) pada 2027.

9. Transparansi

Banyak orang bosan dengan informasi menyesatkan, salah, atau tidak jelas. Dengan semakin tertariknya konsumen pada kualitas nutrisi dari produk makanan, perusahaan harus berubah menjadi jelas, transparan, dan jujur tentang produknya. Banyak konsumen akan mendukung perusahaan dengan praktik filantropis, seperti memberikan sebagian dari pendapatannya.

10. Nutrisi anak

Dengan semakin banyaknya anak menghadiri sekolah virtual dan tinggal di rumah, orang tua dituntut membuat makan siang. Mereka mencari makanan yang dibuat dengan bahan-bahan lebih alami. Selain itu, suplemen untuk anak dapat digunakan sebagai perlindungan tambahan untuk mendukung sistem kekebalan tubuh dan mencegah terjadinya defisiensi nutrisi, terutama anak yang dianggap pilih-pilih makanan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA

 
 
 

TERPOPULER

Kamis , 01 Jan 1970, 07:00 WIB