Tuesday, 6 Jumadil Akhir 1442 / 19 January 2021

Tuesday, 6 Jumadil Akhir 1442 / 19 January 2021

LPS: Tabungan di Atas Rp 2 Miliar Naik saat Pandemi

Rabu 25 Nov 2020 12:00 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolandha

Bunga penjaminan LPS

Bunga penjaminan LPS

Foto: Republika
LPS akan percepat penurunan tingkat bunga penjaminan untuk dukung kebijakan moneter.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengeklaim, jumlah tabungan masyarakat seluruh level mengalami peningkatan selama pandemi. Tercatat, peningkatan tabungan Rp 2 miliar sampai Rp 5 miliar dan tabungan lebih dari Rp 5 miliar. 

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, kenaikan jumlah simpanan masyarakat sempat tidak merata. Hal ini karena peningkatan hanya terlihat pada level Rp 5 miliar ke atas.

“Tren simpanan cenderung naik seluruh level, baik Rp 2 miliar sampai Rp 5 miliar dan di atas Rp 5 miliar,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (25/11).

Di samping itu, LPS akan mempercepat penurunan tingkat bunga penjaminan untuk mendukung kebijakan moneter agar berjalan dengan baik. Sebab, Purbaya menilai saat ini kondisi likuiditas perbankan stabil dan cakupan penjaminan LPS sudah termasuk tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

Adapun beberapa kebijakan masih perlu didorong untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Kebijakan itu di antaranya, mendorong perbankan untuk menyalurkan kredit ke sektor riil dan penurunan suku bunga kredit melalui sinergi kebijakan masing-masing otoritas.

“Dengan bunga penjaminan turun, maka bunga deposito akan turun sehingga biaya dana atau cost of fund juga turun. Maka begitu, bank memiliki ruang untuk menurunkan bunga pinjamannya,” ucapnya.

Ke depan, menurutnya, bunga pinjaman sistem perbankan akan turun ke level lebih rendah.

"Jadi, kalau kami tidak turun suku bunganya, (walau suku bunga acuan) bank sentral turun, deposito tidak turun dan cost of fund dari perbankan juga tidak turun, sehingga suku bunga kredit tidak turun. Kami berusaha menurunkan bergerak ke arah sana supaya transmisi kebijakan moneter berjalan dengan baik," ucapnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA