Sunday, 1 Jumadil Awwal 1443 / 05 December 2021

Sunday, 1 Jumadil Awwal 1443 / 05 December 2021

Tasikmalaya tak Lagi Perketat Kegiatan Malam

Rabu 25 Nov 2020 07:58 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Esthi Maharani

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 melakukan rapid test kepada warga Tasikmalaya

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 melakukan rapid test kepada warga Tasikmalaya

Foto: ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
Tak ada pengetatan kegiatan malam seperti sebelumnya.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Angka kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tasikmalaya mengalami kenaikan signifikan dalam sepekan terakhir. Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mencatat, terdapat lebih dari 100 kasus baru selama tujuh hari ke belakang. Akibatnya, Kota Tasikmalaya kembali masuk ke dalam zona oranye (risiko sedang) penyebaran Covid-19.

Pelaksana Tugas Wali Kota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf mengatakan, meski daerahnya kembali masuk ke zona oranye, pembatasan kegiatan malam tetap sama. Tak ada pengetatan kegiatan malam seperti sebelumnya.

"Di zona oranye ini, kegiatan jam malam tetap sampai pukul 23.00 WIB," kata dia, Selasa (24/11).

Sebelumnya, ketika terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang cukup signifikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya memberlakukan pembatasan kegiatan malam. Kegiatan pada malam hanya boleh berlangsung hingga pukul 20.00 WIB. Namun, pembatasan itu dilonggarkan kembali setelah penambahan kasus melandai.

Menurut Yusuf, kegiatan malam tak lagi diperketat lantaran saat ini tugas pemerintah tak hanya melakukan penanggulangan pandemi Covid-19. Kini, pemerintah juga harus melakukan pemulihan ekonomi akibat terdampak pandemi.

"Karena kita kan saat ini satgas dibagi dua. Ada satgas pemulihan ekonomi dan satgas operasi," kata dia.

Kendati tak ada lagi pengetatan, Yusuf mengingatkan agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Petugas di lapangan juga tetap akan melakukan operasi yustisi untuk menegakkan protokol kesehatan.

"Diharapkan kesadaran masyarakat di dalam menjaga protokol kesehatan serta mentaati 3M terus diaplikasikan, karena sifatnya sudah wajib," kata dia.

Hingga Selasa kemarin, total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya berjumlah 626 kasus. Sebanyak 360 orang telah dinyatakan sembuh, 242 orang masih dalam prawatan, dan 24 orang meninggal dunia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA