Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Survei: Elektabilitas Irianto Lambrie-Irwan Masih Tertinggi

Selasa 24 Nov 2020 23:21 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Andi Nur Aminah

ilustrasi kampanye pilkada pas covid

ilustrasi kampanye pilkada pas covid

Foto: Republika/Mardiah
Tingkat keterpilihan paslon Irianto-Irwan naik 0,5 persen menjadi 35,1 persen.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Survei lembaga Point Indonesia terkait elektabilitas Calon Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) mendapati bahwa pasangan Irianto Lambrie-Irwan Sabri unggul dibanding kandidat kepala daerah lainnya. Tingkat keterpilihan paslon tersebut naik 0,5 persen menjadi 35,1 persen.

Survei menangkap bahwa pasangan Udin Hianggio-Undunsyah berada posisi kedua dengan elektabikitas 26,4 persen. Sementara pasangan lainnya yakni Zainal Paliwang-Yansen TP meraup 14,8 persen dari survey awal 11,8 persen naik 3 persen.

Survei yang digelar pada 1 November hingga 10 November 2020 itu menggunakan metode sampling multistage random. Sampling ini memakai 1.000 responden. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka menggunakan kuesioner.

Baca Juga

Direktur Riset Dan Data Point Indonesia, Adiguna Wibowo mengatakan, tingkat margin eror-nya sekitar 2,8 persen. Jadi kata dia, seandainya hari ini digelar Pilgub Kalimantan Utara maka pasangan IRAW Irianto Lambrie - Irwan Sabri memenangi pertarungan di tanggal 9 Desember 2020.

"Ada 22,7 persen swing votter atau yang belum menentukan pilihan. Yang menarik adalah suara pemilih pria 23,6 persen dan wanita 22,1 persn memilih pasangan nomor 1, yaitu H Udin Hianggio - Undunsyah.  

Untuk pemilih pemula yakni dari umur 17 hingga 20 tahun 27,6 persen memilih pasangan nomor 1. Ini menandakan bahwa kalangan milenial menginginkan sosok yang memiliki kepribadian baik dan dekat dengan anak muda," ungkap Adiguna (23/11).

Tagline yang paling di kenal masyarakat adalah IRAW dengan 29,9 persen untuk ZIYAP mengungguli U2OK sekitar 23,6 persen berbanding 22,1 persen. Untuk sebaran suara pemilih parpol disetiap kandidat masih solid baik pasangan nomor 1, 2 dan 3. Untuk IRAW di dominasi oleh suara Partai NasDem dan PKS di atas 30 persen, suara PDIP, Gerindra dan Demokrat di atas 25 persen solid ke ZIYAP. Sedangkan untuk pasangan U2OK di dominasi oleh Partai Hanura dan PKB.

"Suara-suara partai yang solid menandakan pertarungan masih bisa di prediksi memiliki kesempatan yang sama. Namun popularitas Kandidat/calon lebih menjadi pertimbangan dengan 77,2 persen dibanding partai yang hanya 16,1 persen," tambah Adiguna.

Dalam pertimbangan pemilih untuk memilih calon yang paling besar adalah kepribadian yang baik 96,4 persen, bersih dari kasus hukum 92,3 persen.

Untuk money politic kata Adiguna, ternyata masyarakat Kalimantan Utara sudah cerdas. Artinya tidak tergoda dengan janji pemberian uang. "Jadi uang tidak lagi pemicu untuk memengaruhi pemilih. Jika dipersentasi hanya ada sekitar 24,6 persem yang memilih calon karena diberi uang. Dan sisanya sekitar 75,4 persen kencenderungannya menolak money politic bahkan hanya mengambil uangnya tapi tidak mau memilih calonnya," tambahnya.

 

 
 

BERITA LAINNYA