Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

Pandemi Belum Usai, Satgas Minta Masyarakat Bersabar

Rabu 25 Nov 2020 02:53 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Indira Rezkisari

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat bersabar menghadapi pandemi di Tanah Air.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat bersabar menghadapi pandemi di Tanah Air.

Foto: Republika/Thoudy Badai
Masyarakat diingatkan terus disiplin jalankan protokol kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan masyarakat pandemi Covid-19 hingga saat ini belum berakhir. Karena itu, ia meminta agar masyarakat bijak dalam mempertimbangkan kegiatan yang akan dilakukan pada masa libur panjang akhir tahun nanti.

“Oleh karena itu, perlu adanya pertimbangan dalam memilih kegiatan yang akan dilakukan pada masa liburan panjang dengan kebijaksanaan yang dibangun dari masing-masing individu untuk sebisa mungkin meminimalisir kontak dan kerumunan,” ujar Wiku saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (24/11).

Wiku mengaku paham masyarakat sudah jenuh terhadap kondisi dan rutinitas selama pandemi yang dihabiskan di dalam rumah. Namun, kebijakan masyarakat dalam memilih kegiatan selama pandemi diperlukan untuk menekan angka penularan. Wiku juga mengingatkan agar masyarakat terus disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Jangan pernah melupakan masker, mencuci tangan, dan jauhi kerumunan,” tambah dia.

Lebih lanjut, Wiku mengatakan selama masa liburan, terjadi penurunan jumlah orang yang diperiksa. Hal ini menyebabkan jumlah kumulatif kasus positif pekanan menurun.  

“Oleh karena itu, Satgas berusaha mendorong pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan kondisi pada tingkat provinsi dan kabupaten kota untuk menganalisa situasi yang lebih rinci sebagai dasar pengambilan kebijakan strategis,” jelasnya.

Satgas meminta agar kerja keras selama delapan bulan menghadapi pandemi tak rusak karena ketidaksabaran, ketidak hati-hatian, dan ketidakpedulian baik pemerintah daerah maupun masyarakat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA