Wednesday, 7 Jumadil Akhir 1442 / 20 January 2021

Wednesday, 7 Jumadil Akhir 1442 / 20 January 2021

Rusia Tangkap Kolonel Polisi atas Pengeboman di Moskow

Selasa 24 Nov 2020 17:20 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Christiyaningsih

Polisi berjaga-jaga usai serangan bom di Moskow. Kolonel polisi bernama Gazi Isaev ditangkap atas tuduhan terorisme. Ilustrasi.

Polisi berjaga-jaga usai serangan bom di Moskow. Kolonel polisi bernama Gazi Isaev ditangkap atas tuduhan terorisme. Ilustrasi.

Foto: AP
Kolonel polisi bernama Gazi Isaev ditangkap atas tuduhan terorisme

REPUBLIKA.CO.ID, DAGESTAN – Rusia telah menangkap seorang kolonel polisi bernama Gazi Isaev atas tuduhan terorisme pengeboman metro Moskow pada 2010. Menurut pernyataan Komite Investigasi Rusia, Kepala Divisi untuk Distrik Kizlyar di Dagestan dari Kementerian Urusan Dalam Negeri Rusia (MIA), Gazi Isaev ditahan pada Senin.

Kolonel polisi tersebut dituduh secara langsung membantu seorang pelaku bom bunuh diri yang meledakkan perangkat di salah satu dari dua stasiun metro pusat kota pada jam sibuk 29 Maret 2010 lalu. Insiden itu menewaskan 40 orang dan lebih dari 100 lainnya terluka di stasiun metro Lubyanka dan Park Kultury.

Dilansir Euro News pada Selasa (24/11), otoritas Rusia mengecam pengeboman itu sebagai serangan teroris paling mematikan dan paling canggih di ibu kota Rusia selama enam tahun. Komite Investigasi mengatakan Gazi Isaev adalah anggota organisasi teroris terlarang yaitu Imarat Kavkaz atau Emirat Kaukasus antara tahun 2009 dan 2010.

Dia disebut telah menggunakan jabatan resminya untuk memberikan informasi kepada para pemimpin kelompok itu tentang aktivitas polisi di Kizlyar dan operasi khusus melawan kelompok bersenjata ilegal. Isaev juga dituduh secara pribadi mengangkut anggota senior kelompok itu melintasi wilayah selatan Dagestan.

Dia diduga telah membawa salah satu wanita pengebom bunuh diri dengan alat peledak rakitan ke stasiun bus di daerah Kizlyar dan melakukan perjalanan 1.470 kilometer ke utara Moskow. Investigasi tersebut dilakukan bekerja sama dengan Dinas Keamanan Federal (FSB) Rusia.

Pria yang diduga dalang serangan bom bunuh diri kembar itu tewas dalam operasi aparat keamanan di Dagestan pada Agustus 2018.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA