Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

AS, Jerman dan Inggris Vaksinasi Covid-19 di Desember

Rabu 25 Nov 2020 00:01 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Indira Rezkisari

Sejumlah negara di Barat berencana melakukan vaksinasi Covid-19 massal di bulan Desember 2020.

Sejumlah negara di Barat berencana melakukan vaksinasi Covid-19 massal di bulan Desember 2020.

Foto: Infografis Republika.co.id
Vaksinasi Covid-19 di negara Barat diharapkan dilakukan sebelum pergantian tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Amerika Serikat (AS), Inggris dan Jerman mengumumkan rencana memulai vaksinasi Covis-19 di negara mereka pada Desember tahun ini. Vaksinasi di negara-negara maju berpeluang bakal lebih cepat dari negara berkembang.

Inggris akan memberikan persetujuan penggunaan vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech paling cepat pekan ini, yaitu lebih cepat dari otoritas AS. Pfizer dan BioNTech dapat memperoleh otorisasi darurat AS dan Eropa untuk vaksin Covid-19 mereka bulan depan setelah hasil uji coba terakhir menunjukkan tingkat keberhasilan 95 persen dan tidak ada efek samping yang serius.

Moderna pada pekan lalu merilis data awal untuk vaksinnya yang menunjukkan efektivitas 94,5 persen. Hasil yang lebih baik dari perkiraan kedua vaksin tersebut. Keduanya dikembangkan dengan teknologi messenger RNA (mRNA) baru, telah meningkatkan harapan meredakan pandemi yang telah menewaskan lebih dari 1,3 juta orang.

Kepala program vaksin AS, Moncef Slaoui mengatakan orang Amerika pertama yang menerima vaksin bisa mendapatkannya segera setelah 11 Desember. "Rencana kami adalah dapat mengirimkan vaksin ke lokasi imunisasi dalam waktu 24 jam sejak dapat persetujuan, jadi saya perkirakan mungkin pada hari kedua setelah persetujuan pada tanggal 11 atau 12 Desember," katanya dalam wawancara dengan CNN dilansir pada Selasa (24/11).

Mengutip sumber-sumber pemerintah, media Inggris Telegraph mengatakan Layanan Kesehatan Nasional Inggris telah diberitahu untuk siap mengatur vaksinasi pada 1 Desember. Inggris secara resmi meminta regulator medisnya, MHRA pada pekan lalu untuk menilai kesesuaian vaksin Pfizer-BioNTech.

Sayangnya, Departemen Kesehatan Inggris tidak berkomentar tentang kapan vaksinasi pertama akan diberikan. Inggris telah memesan 40 juta dosis. Inggris mengharapkan untuk memiliki dosis 10 juta pertama yang mana cukup melindungi 5 juta orang jika pihak regulator menyetujuinya sebelum akhir tahun.

Kemudian, Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mengatakan negaranya dapat mulai memberikan suntikan vaksin Covid-19 paling cepat bulan depan. Dia mengatakan Spanyol dan Jerman adalah negara Uni Eropa pertama yang memiliki rencana vaksinasi lengkap.

"Ada alasan untuk optimis bahwa akan disetujui vaksin di Eropa tahun ini dan kemudian kita bisa mulai (vaksinasi) sekarang juga," kata Spahn dalam wawancara dengan grup RedaktionsNetzwerk Deutschland.

Spahn mengatakan telah meminta negara bagian federal Jerman untuk menyiapkan pusat vaksinasi mereka pada pertengahan Desember. Ia mengklaim persiapan ini berjalan dengan baik.

"Saya lebih memilih pusat vaksinasi yang siap beberapa hari lebih awal daripada vaksin yang disetujui yang tidak segera digunakan," sebut Spahn.

Jerman telah mendapatkan lebih dari 300 juta dosis vaksin melalui Komisi Eropa secara kontrak dan opsi bilateral. Jumlah itu kata Spahn sudah lebih dari cukup dan menyisakan ruang untuk berbagi dosis dengan negara lain.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA