Saturday, 10 Jumadil Akhir 1442 / 23 January 2021

Saturday, 10 Jumadil Akhir 1442 / 23 January 2021

Pakar: Penyintas Covid-19 Jangan Euforia karena Sudah Sembuh

Senin 23 Nov 2020 19:27 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Virus corona (ilustrasi). Penyintas Covid-19 masih harus memantau kondisi kesehatannya.

Virus corona (ilustrasi). Penyintas Covid-19 masih harus memantau kondisi kesehatannya.

Foto: www.freepik.com
Penyintas Covid-19 masih harus mewaspadai kondisi kesehatannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar imunisasi dr Jane Soepardi MPH menyerukan agar penyintas Covid-19 tak euforia karena merasa bangga karena telah sembuh. Sebab, ke depan efek yang ditimbulkan dari penyakit tersebut bisa saja terjadi.

Saat ini, dunia terus memantau orang-orang yang pernah terpapar Covid19. Dikhawatirkan dua atau lima tahun ke depan bisa saja kesehatan mereka memburuk akibat penyakit yang diderita sebelumnya.

"Dua tahun, lima tahun atau hingga 20 tahun ke depan masih sehat kah? Ini semua masih diteliti," ujar Jane saat diskusi daring dengan tema "Tata Laksana Vaksinasi di Indonesia" yang dipantau di Jakarta, Senin.

Sebagai contoh, orang yang pernah terkena cacar air lalu sembuh. Namun, tanpa disadari, ternyata penyakit tersebut tidur di saraf tertentu dan 20 tahun ke depan timbul cacar ular atau herpes zoster.

"Itu bisa terjadi terutama kalau kondisi kita memburuk," jelas Jane.

Contoh lainnya, yakni campak. Anak-anak yang telah sembuh dari campak sekitar 30 tahun kemudian sebagian dari mereka terkena radang otak yang mengakibatkan lumpuh seumur hidup.

"Artinya, Covid-19 ini kita tidak tahu bisa menjadi apa, jadi jangan merasa bangga kena Covid-19 lalu sembuh," ujar Jane.

Oleh karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar jangan sampai terpapar Covid-19. Karena ke depannya efek jangka panjang belum diketahui secara pasti.

Jane juga meminta masyarakat agar tidak menolak pemberian vaksin Covid-19 dari pemerintah apabila telah tersedia di Tanah Air. Ia mengajak masyarakat untuk bersyukur andaikan kelak mendapatkan vaksin,.

Jane mengatakan masyarakat harus bisa membedakan vaksin dan obat. Vaksin diberikan kepada orang dalam kondisi sehat, sedangkan obat diberikan untuk penyembuhan suatu penyakit. Artinya, sebelum terinfeksi Covid-19 masyarakat harus mengantisipasi dengan vaksin.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA

 
 
 

TERPOPULER

Kamis , 01 Jan 1970, 07:00 WIB