Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

TGB: Dakwah Harus Tumbuhkan Harapan di Tengah Pandemi

Selasa 24 Nov 2020 02:32 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto

Ketua Dewan Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi.

Ketua Dewan Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi.

Foto: Republika/Nugroho Habibi
Pada kesempitan, dakwah harus memberikan kelapangan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Di tengah tantangan Islamophobia yang muncul di tataran global, dakwah Islam di dunia harus diiringi dengan strategi tertentu. Menurut Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) cabang Indonesia, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi, pada saat ada kebutuhan, dakwah harus bisa menghadirkan jalan keluar. Pada kesempitan, dakwah harus memberikan kelapangan. 

"Pada saat pandemi seperti ini, dakwah harus mampu menumbuhkan harapan," ujar TGB dalam Wasathiyyah Webinar Series: Dakwah Moderasi Islam dan Peta Politik Dunia Pasca Pilpres Amerika Serikat, akhir pekan ini.

Menurut TGB, trilogi ini (dakwah, akhlak dan hidayah) harus selalu diingat dalam upaya kita menyampaikan pesan-pesan Islam. Ketiga elemen tersebut, kata dia, menjadi relevan untuk diterapkan dalam berdakwah di tataran global, termasuk Amerika Serikat. Karena, kita akan sulit untuk mengejar dakwah dengan menawarkan solusi sains dan teknologi di negara yang relatif lebih maju keilmuannya.

"Kalau mau dakwah seperti dulu pendahulu di Andalusia, Baghdad dan Asia Kecil, yang bisa menawarkan arsitektur dan penemuan-penemuan yang mengagumkan, saat ini kita belum bisa melakukan itu. Mereka (Amerika Serikat) jauh lebih maju. Maka berdakwah dengan akhlak adalah hal tersisa yang bisa kita lakukan," paparnya.

Menurut Zainul, wajah Islam yang dihadirkan harus lah ramah dan senantiasa relevan dengan zaman. Dakwah Islamiah tidak dapat berdiri sendiri. Jadi, diperlukan seperangkat nilai agar dakwah tersebut dapat diterima dan bermanfaat, yakni dengan mengedepankan akhlak dan hidayah.

"Nilai-nilai yang kita yakini sebagai Islam yang universal, Islam yang insani dan rahmatan lil alamin harus disampaikan dengan dakwah yang beretika, harus beradab. Hal yang kita bawa adalah substansi yang mulia, maka harus disampaikan dengan cara yang juga mulia," katanya.

Menurut TGB, hal tersebut tidak lah mudah. Terutama, di tengah munculnya provokasi dari berbagai pihak yang kerap membuat lupa bahwa tatanan akhak dalam berdakwah adalah hal yang penting. Selain itu, hidayah juga harus menjadi pedoman dalam berdakwah.  "Dakwah dalam makna yang sangat luas adalah solutif," katanya.

Agar nilai-nilai Islam dapat diterima di tataran global, kata dia, maka para pendakwah harus senantiasa mempertemukan elemen teks dengan konteks, akal dengan wahyu, dan pesan-pesan agama dengan realitas ilmu juga teknologi. Sehingga, nilai Islam dapat dipandang senantiasa relevan juga tidak asing.

"Di tengah kemajuan ilmu dan teknologi di tingkat global, pada saat yang sama terjadi kekeringan spiritual. Mari kita semua senantiasa mengaitkan dakwah dengan akhlak dan hidayah supaya bisa menjadi solusi, menjadi oase kegersangan spiritualitas yang melanda masyarakat secara global," paparnya. 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA