Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Dosen UBSI Ungkap Penyebab Utama Mahasiswa Her

Senin 23 Nov 2020 06:13 WIB

Red: Irwan Kelana

Dosen dan peneliti UBSI memaparkan hasil penelitian tentang penyebab mahasiswa terkena her.

Dosen dan peneliti UBSI memaparkan hasil penelitian tentang penyebab mahasiswa terkena her.

Foto: Dok UBSI
Ada 4 penyebab mahasiswa harus mengulang pelajaran (her).

REPUBLIKA.CO.ID,

 

JAKARTA -- Her menjadi salah satu hal yang ditakutkan oleh mahasiswa. Terutama bagi mereka yang mau masuk semester akhir dan akan menyusun Tugas Akhir atau Skripsi. Her berarti mengulang, dalam hal ini mengulang mata kuliah atau ujian yang tidak lulus pada semester sebelumnya.

Penelitian yang dilakukan oleh kelompok Dosen dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), menunjukkan bahwa, ada empat  faktor utama yang menjadi penyebab mahasiswa terkena  her. Yaitu,  faktor usia, jenis kelamin, kuliah sambil kerja, dan jarak tempuh ke kampus.

Ketua kelompok peneliti, Jajang Jaya Purnama mengatakan faktor usia, kuliah sambil kerja, dan jarak tempuh akan membuat mahasiswa cepat lelah. Rasa lelah yang dirasakan bisa menghadirkan kemalasan. Tak heran, hal itu pun memicu mahasiswa terkena her karena tidak sungguh-sungguh saat belajar. Adapun jenis kelamin berpengaruh pada semangat yang dirasakan mahasiswa saat menjalani kuliah.

"Semua orang mungkin akan bilang bahwa malas menjadi faktor utama seseorang (mahasiswa) bisa terkena her. Akan tetapi ada faktor pemicu dibelakangnya dan semuanya saling berkaitan," kata Jajang, yang  juga  dosen UBSI  melalui keterangan pers, Rabu (18/11).

Ia menyebutkan bahwa rasa malas menjadi penyebab mahasiswa tidak maksimal dalam menjalani studinya, tak terkecuali saat mendapatkan her. Akan tetapi malas bukan menjadi faktor utama yang membuat mahasiswa mengalami her. Namun, malas menjadi kecenderungan sifat dari mahasiswa yang bisa  terkena keharusan mengulang pembelajaran. 

“Penelitian yang kami lakukan menggunakan perhitungan statistik yang menguji data mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dengan menerapkan model Support Vector Machine dan Decision Tree dalam memecahkan masalah penyebab tingginya angka mahasiswa yang mengulang ujian di beberapa peguruan tinggi," paparnya.

Ia pun berharap kedepannya keempat faktor ini dapat menjadi acuan perguruan tinggi untuk mengurangi tingginya angka mahasiswa yang melakukan her.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA