Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Tetua Adat Baduy Musnahkan Madu Palsu

Senin 23 Nov 2020 03:04 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Tetua adat Baduy sekaligus Kepala Desa Kanekes Jaro Saija (tengah) membuang barang bukti madu palsu sitaan dari masyarakat Baduy di Kampung Kaduketug, Lebak, Banten, Minggu (22/11/2020). Lembaga adat Baduy memusnahkan sebanyak 20 botol dan satu jerigen isi 40 liter madu palsu yang beredar di kalangan masyarakat Baduy setempat.

Tetua adat Baduy sekaligus Kepala Desa Kanekes Jaro Saija (tengah) membuang barang bukti madu palsu sitaan dari masyarakat Baduy di Kampung Kaduketug, Lebak, Banten, Minggu (22/11/2020). Lembaga adat Baduy memusnahkan sebanyak 20 botol dan satu jerigen isi 40 liter madu palsu yang beredar di kalangan masyarakat Baduy setempat.

Foto: MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNAS/ANTARA
Sebanyak 20 botol dan satu drum madu palsu dimusnahkan di Baduy.

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Tetua lembaga adat Baduy Jaro Saija memusnahkan madu palsu sebanyak satu drum dan 20 botol di Kampung Kaduketug, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Ahad (22/11). "Pemusnahan itu dari hasil sitaan warga Baduy yang menjual madu palsu itu," kata Jaro Saija yang juga Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak.

Lembaga adat Baduy cukup keras untuk menindak penyebaran madu palsu di Lebak, setelah informasi tersebut berkembang luas. Hal ini mengingat kebanyakan masyarakat Baduy berpenghasilan ekonomi dari penjualan madu, sehingga dirugikan jika beredar madu palsu tersebut.

Karena itu, dia sebagai lembaga adat Baduy memiliki tanggung jawab agar masyarakat Baduy tidak mengedarkan madu palsu. "Kami selama dua minggu berkeliling kampung dan menemukan sebanyak 20 botol dan satu drum madu palsu itu," kata Jaro Saija.

Baca Juga

Menurut dia, penemuan madu palsu dari warganya itu terpaksa dimusnahkan oleh lembaga adat masyarakat Baduy. Sedangkan warganya diberikan teguran agar tidak mengulangi lagi menjual madu palsu tersebut.

Selama ini, peredaran madu palsu yang beredar di wilayah Lebak merupakan sebuah kelalaian dan lemahnya pengawasan. Peredaran madu palsu di Provinsi Banten cukup berlangsung lama hingga terungkap pihak kepolisian. "Kami minta warganya agar tidak menjual kembali madu palsu itu," katanya.

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA