Ahad 22 Nov 2020 22:30 WIB

PLN Jatim Ajak Warga Aktif Laporkan Ancaman Gangguan Listrik

PLN mensiagakan 906 personel dari seluruh unit di Jawa Timur dengan perlengkapannya

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Hiru Muhammad
ilustrasi. Para petugas PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Semarang melaksanakan aktivitas pemeliharaan jaringan listrik di wilayah kerjanya, Kamis (18/6). Kegiatan rutin ini dilakukan guna menjamin keandalan pasokan listrik di masyarakat.
Foto: dok.PLN UP3 Semarang
ilustrasi. Para petugas PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Semarang melaksanakan aktivitas pemeliharaan jaringan listrik di wilayah kerjanya, Kamis (18/6). Kegiatan rutin ini dilakukan guna menjamin keandalan pasokan listrik di masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur mengimbau masyarakat aktif melaporkan potensi bahaya, memasuki musim penghujan dan ancaman cuaca ekstrem seperti badai atau angin kencang. Senior Manager Distribusi PLN UID Jawa Timur, Adriansyah juga mengajak masyarakat selalu waspada, serta bersama-sama menjaga keamanan dan keselamatan ketenagalistrikan

"Gangguan cuaca ekstrim di sejumlah wilayah ini dapat mengakibatkan terganggunya pasokan listrik. Jumlah gangguan tertinggi disumbangkan oleh beberapa daerah seperti Situbondo, Jember, Malang, Pacitan, Ponorogo, dan Mojokerto," kata Adriansyah melalui siaran tertulisnya, Ahad (22/11).

Adriansyah mencontohkan di Desa Magersari, Tumpang, Malang, pada 19 November 2020. Di sana terjadi angin puting beliung dan pohon tumbang yang mengenai jaringan listrik bertegangan 20 KV. Kejadian tersebut mengakibatkan 1 konstruksi tegangan menengah rusak. Total padam 6 gardu yang mensupplay sekitar 1.100 pelanggan. Beruntung gangguan listrik tersebut dapat segera diatasi.

Adriansyah mengingatkan, cuaca ekstrem seperti angin kencang dan badai memicu pohon-pohon yang berada di dekat jaringan listrik rentan tumbang, sehingga menyebabkan terganggunya pasokan listrik. "Kami meminta partisipasi dan keikutsertaan masyarakat semua untuk turut melaporkan potensi-potensi bahaya yang mungkin terjadi akibat cuaca ekstrem ini," ujarnya. 

Adriansyah menyampaikan, hingga saat ini, tim PLN tengah menggiatkan piket mulai dari Unit Induk Distribusi, Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3), hingga Unit Layanan Pelanggan (ULP) seluruh Jawa Timur untuk menjaga jarak aman pohon dengan jaringan listrik. Adriansyah menyebutkan, mulai Oktober hingga saat ini, tim PLN telah melakukan pemotongan pohon yang berpotensi menganggu jaringan listrik sebanyak 26.143 pohon. Tentunya dengan izin dinas terkait serta masyarakat setempat.

"Dalam mendukung kegiatan ini kami mensiagakan 906 personel dari seluruh unit di Jawa Timur dan dibekali dengan sarana dan prasarana perbaikan dalam keadaan siaga dan prima. Jika mendapati potensi bahaya silakan lapor ke Contact Center PLN 123 atau ke Unit Layanan PLN terdekat" kata dia.

Adriansyah juga mengaku, hingga saat ini, 114 Unit Layanan Pelanggan di Jawa Timur menggencarkan edukasi ke pelanggan dengan memberikan pamflet atau informasi melalui media. Mulai dari jenis-jenis potensi bahaya hingga bagaimana pelanggan melindungi diri dari bahaya petir dan pohon tumbang.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement