Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Mengunjungi Museum Anti-Covid di Wuhan China

Ahad 22 Nov 2020 02:13 WIB

Red: Nur Aini

Pengunjung Museum Anti-COVID-19 di Wuhan, Provinsi Hubei, Sabtu (21/11/2020), melihat patung-patung petugas kesehatan dari berbagai provinsi di China yang dikerahkan untuk membantu penanganan medis saat pandemi mulai melanda pada akhir Desember 2019 hingga Januari 2020. Sejak dibuka pada 15 Oktober 2020, museum tersebut dikunjungi lebih dari 3.000 orang per hari.

Pengunjung Museum Anti-COVID-19 di Wuhan, Provinsi Hubei, Sabtu (21/11/2020), melihat patung-patung petugas kesehatan dari berbagai provinsi di China yang dikerahkan untuk membantu penanganan medis saat pandemi mulai melanda pada akhir Desember 2019 hingga Januari 2020. Sejak dibuka pada 15 Oktober 2020, museum tersebut dikunjungi lebih dari 3.000 orang per hari.

Foto: ANTARA/M. Irfan Ilmie
Museum Anti-Covid di Wuhan, China dikunjungi 3.000 orang per hari

REPUBLIKA.CO.ID, WUHAN -- Kota Wuhan, China, memiliki museum anti-Covid-19 yang dikunjungi sekitar 3.000 orang per hari sejak pertama kali dibuka untuk umum pada 15 Oktober 2020.

"Sejak dibuka sampai sekarang, masih gratis," kata seorang petugas di museum tersebut, Sabtu (21/11).

Di dalam museum yang lebih mirip dengan ruang pamer tersebut, para pengunjung akan mendapatkan gambaran secara detail dan sesuai urutan peristiwa saat virus yang menyerang paru-paru tersebut mulai mewabah. Ada foto dan video yang menggambarkan situasi menegangkan di salah satu rumah sakit saat Ibu Kota Provinsi Hubei di wilayah tengah daratan China itu dilanda wabah yang sangat tiba-tiba menjelang perayaan Imlek.

Baca Juga

Ada juga ambulans dan peralatan kesehatan dari mulai yang sederhana hingga yang memang diciptakan khusus untuk penanganan wabah. Kedatangan balabantuan dari berbagai provinsi, baik petugas medis, tenaga sukaralewan, maupun pasukan militer juga digambarkan dalam bentuk audio visual dan patung.

Diorama yang menggambarkan saat-saat menegangkan di ruang ICU rumah sakit juga dihadirkan di museum tersebut. Bahkan, ada pula beberapa ranjang pasien Covid-19 karena museum itu memang tadinya berfungsi sebagai rumah sakit sementara. Alat berat yang digunakan untuk membangun secara kilat dua rumah sakit khusus Covid-19, Huoshenshan dan Leishenshan, juga menjadi penghuni museum tersebut.

"Mungkin saja tempat ini nanti akan menjadi objek wisata baru di Wuhan," kata Li Qiaoling, warga Wuhan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA