Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

China Mulai Tes Covid-19 ke 3 Juta Warga di Tianjin

Ahad 22 Nov 2020 04:02 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

Sejumlah orang tua menjemput anaknya sepulang dari sekolah di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, Jumat (20/11/2020). Mulai TK hingga perguruan tinggi di kota tempat ditemukannya kasus pertama COVID-19 itu sudah menggelar kegiatan belajar dan mengajar di kelas seperti biasanya setelah tidak ditemukan kasus positif dalam beberapa bulan terakhir.

Sejumlah orang tua menjemput anaknya sepulang dari sekolah di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, Jumat (20/11/2020). Mulai TK hingga perguruan tinggi di kota tempat ditemukannya kasus pertama COVID-19 itu sudah menggelar kegiatan belajar dan mengajar di kelas seperti biasanya setelah tidak ditemukan kasus positif dalam beberapa bulan terakhir.

Foto: ANTARA/M. Irfan Ilmie
China menemukan tujuh kasus Covid-19 baru

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- China memulai pengujian massal pada 3 juta orang di bagian utara kota Tianjin. Sebelumnya, pemerintah kota telah melakukan pengujian terhadap 4.015 orang lainnya di sebuah rumah sakit di Shanghai setelah ditemukannya kasus Covid-19 di sana.

Komisi Kesehatan Nasional mencatat tujuh kasus Covid-19 baru yang ditularkan di dalam negeri pada Sabtu (21/11), termasuk lima di Tianjin dan dua di Shanghai. Kondisi itu membuat pemerintah melakukan sikap agresif dalam melakukan pengecekan terhadap virus corona.

Tianjin sehari sebelumnya melaporkan penularan komunitas yang melibatkan empat individu berbeda dan kasus lain. Sebagai tanggapan, pihak berwenang setempat menutup komunitas perumahan tempat orang-orang tinggal serta rumah sakit dan taman kanak-kanak.

Baca Juga

Setelah langkah karantina dilakukan, pihak berwenang mulai menguji semua penduduk di distrik Binhai di Tianjin. Sedangkan ,pihak berwenang di Shanghai menutup rumah sakit setelah sepasang suami istri dinyatakan positif Covid-19 Jumat malam setelah kunjungan ke tempat itu.

China dikenal luas berhasil menahan laju penyebaran dengan cara yang agresif karena melakukan penguncian dan pembatasan setelah ditemukan peningkatan kasus di Wuhan, tempat pertama kali virus dilaporkan. Jumlah total kasus yang dikonfirmasi di China sekarang mencapai 86.414 dan jumlah kematian mencapai 4.634 jiwa. 

sumber : AP
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA