Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Ricky Yacobi dari Medan ke Jepang

Sabtu 21 Nov 2020 20:35 WIB

Red: Agung Sasongko

Ricky Yacobi

Ricky Yacobi

Bermain apik bersama Arseto dan timnas Indonesia, Ricky dilirik klub Jepang.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Ricky Yakobi lahir di Medan, Sumatera Utara, 12 Maret 1963. Ia pun mengawali karier profesional di PSMS Medan. Bersama PSMS, Ricky sukses mempersembahkan dua gelar perserikatan pada 1983 dan 1985.

Seusai memperkuat PSMS, Ricky memutuskan pindah ke Arseto dan sinarnya semakin benderang di klub ini. Ricky memperkuat Arseto selama lima musim, 1986-1991 dan mempersembahkan gelar Galatama 1987.

Namun, yang paling dikenang adalah saat ia membela Arseto. Kepiawaiannya mencari ruang kosong serta kemampuan memanfaatkan peluang meski sekecil lubang jarum menjadi identitas Ricky kala itu.

Baca Juga

Di era 1980-an, bisa jadi nama Ricky ibarat Marco van Basten-nya Indonesia atau banyak juga yang menyebutnya Paul Breitner-nya Indonesia. Brietner adalah salah satu pesepakbola Jerman terbaik di eranya. Ia seangkatan dengan Franz Beckenbauer dan Berti Vogts di jantung pertahanan tim Panser.

Bermain apik bersama Arseto dan timnas Indonesia, ia mampu membuat tim asal Jepang Matsushita Electric FC, yang kini berganti nama menjadi Gamba Osaka, terpincut untuk mendatangkannya pada 1988.

Ketertarikan Matsushita Electric FC tak terlepas dari penampilan apik Ricky Yakobi bersama Arseto Solo. Ketika itu, Ricky Yacobi tampil tajam dan sukses mempersembahkan gelar Galatama 1987.

Mendapat tawaran itu, Ricky tak berpikir panjang dan langsung menerima untuk meniti karier di Jepang. Bahkan ia tercatat sebagai pemain pertama asal Indonesia yang bermain di negeri sakura tersebut.

Perbedaan cuaca antara Indonesia dan Jepang menjadi faktor Ricky tak berkembang. Dalam enam pertandingan yang dimainkan, pemain asal Medan, Sumatra Utara, itu hanya mampu mencetak satu gol. Ricky tak bisa beradaptasi dengan cuaca dingin.

Tak lama membela Matsushita, ia kembali ke Indonesia dan bergabung dengan klub lamanya, Arseto Solo. Ricky kemudian gantung sepatu pada 1991.

Sepakbola seolah tak bisa dipisahkan dari kehidupan Ricky. Setelah gantung sepatu, ia mendirikan sekolah sepakbola (SSB) Ricky Yakobi di Senayan, Jakarta. Bahkan diujung nafasnya, ia mempersembahkan gol sebagai tanda perpisahan dengan dunia yang telah membesarkan namanya.

Selamat jalan legenda!

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA