Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

Kisah Nabi Musa Tinggalkan Mesir Diabadikan Surat Al-Qasas

Ahad 22 Nov 2020 05:15 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Ani Nursalikah

Kisah Nabi Musa Tinggalkan Mesir Diabadikan Surat Al-Qasas

Kisah Nabi Musa Tinggalkan Mesir Diabadikan Surat Al-Qasas

Foto: Pixabay
Nabi Musa meninggalkan Mesir karena keselamatan dirinya terancam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kisah pelarian Nabi Musa dari Mesir diabadikan Alquran dalam Surat Al-Qasas secara detail. Ketika itu, Nabi Musa bergegas meninggalkan negeri Mesir (mengungsi) karena keselamatan dirinya terancam.

Pengungsian Nabi Musa diabadikan dalam surah Al-Qasas ayat 21.

فَخَرَجَ مِنْهَا خَاۤىِٕفًا يَّتَرَقَّبُ ۖقَالَ رَبِّ نَجِّنِيْ مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ

Baca Juga

"Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdoa: Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang dzalim itu."

Musa melarikan diri dari Mesir setelah ada yang memberi tahu petinggi Firaun sedang berunding mengatur strategi menangkap Musa, setelah Musa tak sengaja memukul orang Mesir saat berkelahi dengan kaumnya sampai meninggal.

Kisah Musa memukul orang Mesir sampai meninggal itu diabadikan surah Al-Qasas ayat 15.

وَدَخَلَ الْمَدِيْنَةَ عَلٰى حِيْنِ غَفْلَةٍ مِّنْ اَهْلِهَا فَوَجَدَ فِيْهَا رَجُلَيْنِ يَقْتَتِلٰنِۖ هٰذَا مِنْ شِيْعَتِهٖ وَهٰذَا مِنْ عَدُوِّهٖۚ فَاسْتَغَاثَهُ الَّذِيْ مِنْ شِيْعَتِهٖ عَلَى الَّذِيْ مِنْ عَدُوِّهٖ ۙفَوَكَزَهٗ مُوْسٰى فَقَضٰى عَلَيْهِۖ قَالَ هٰذَا مِنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ عَدُوٌّ مُّضِلٌّ مُّبِيْنٌ

"Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah, maka didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi; yang seorang dari golongannya (Bani Israil) dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Fir'aun). Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu. Musa berkata: "Ini adalah perbuatan syaitan sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhannya)."

Musa menyesal atas kesalahan dan dia bertaubat kepada Allah. Pertaubatan musa ini diabadikan surah Al-Qasas ayat 16.

قَالَ رَبِّ اِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَغَفَرَ لَهٗ ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

"Musa berdoa: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku". Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Haji Bey Arifin dalam bukunya Rangkaian Cerita Alquran Kisah Nyata Peneguh Iman  menceritakan, dengan sembunyi-sembunyi, Musa keluar meninggalkan Mesir untuk menjaga keselamatan dirinya. Dia memohon perlindungan kepada Allah dari segala bencana yang diniatkan orang atas dirinya. 

Delapan hari delapan malam lamanya dia berjalan terus-menerus menuju ke Madya  (perbatasan Hijaz dan Syam) seorang diri, tidak ada teman, selain perlindungan Allah semata. Musa tidak memiliki perbekalan selain taqwa kepada Allah. 

Ia berjalan tanpa sepatu sehingga kulit kakinya pecah-pecah. Dengan ditimpa kelaparan hebat sehingga dia tidak sanggup lagi membunuh nyamuk dengan tangannya kerena lemas dan letih.

Walaupun begitu, ia meneruskan perjalanannya, bukan mencari keuntungan uang dan lainnya, tetapi semata-mata menjauhkan diri dari bahaya Firaun dan kaumnya, serta menghindarkan dirinya dari orang-orang yang berniat buruk dan selalu mencarinya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA