Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Mega: Indonesia-Tiongkok Memiliki Takdir yang Sama

Sabtu 21 Nov 2020 17:53 WIB

Red: Hiru Muhammad

Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri menjadi pembicara kunci dalam Understanding China Conference 2020. Forum ini diselenggarakan secara daring oleh China Institute for Innovation and Development Strategy, Jumat (20/11).

Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri menjadi pembicara kunci dalam Understanding China Conference 2020. Forum ini diselenggarakan secara daring oleh China Institute for Innovation and Development Strategy, Jumat (20/11).

Foto: istimewa
Megawati mengapresiasi respons cepat Tiongkok dalam penanggulangan pandemi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri menjadi pembicara kunci dalam Understanding China Conference 2020. Forum ini diselenggarakan secara daring oleh China Institute for Innovation and Development Strategy, Jumat (20/11). 

Dalam video yang diunggah di kanal YouTube PDI Perjuangan, Megawati menyampaikan beberapa poin penting menyangkut hubungan Indonesia-Tiongkok dalam sudut pandang perdamaian dunia. "Indonesia dan Tiongkok adalah dua negara yang telah dipertemukan oleh takdir yang sama. Sebagai negara pernah terjajah yang berjuang dengan upaya sendiri untuk lepas dari penajajahan," ujar Presiden Indonesia ke-5 ini. 

"Indonesia dan Tiongkok sama-sama merasakan pahitnya penjajahan, dan kolonialisme dari negara yang lebih kuat pada masa lalu," kata Megawati. 

Lebih lanjut, ia menilai dunia sedang melihat kebangkitan Tiongkok. Dalam pembangunan yang masif, pertumbuhan ekonomi yang cepat, serta keterlibatan aktif dalam percaturan dunia saat ini.

Megawati memuji Tiongkok sebagai salah satu negara yang justru aktif memberikan bantuan termasuk ke Indonesia di masa pandemi Covid-19.  "Saat awal pandemi, dimana masing-masing negara sibuk dengan persoalan dalam negeri, Tiongkok terlebih dahulu memberi bantuan yang konstruktif," jelasnya. 

Megawati mengapresiasi respons cepat Tiongkok dalam penanggulangan pandemi dan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan. 

Berdasarkan sejarah, lanjut Megawati, Tiongkok bukan negeri imperialis-ekspansionis, atau berusaha menaklukan negara lainnya. "Sebaliknya, kekuatan Tiongkok di kancah global sejak zaman kerajaan mengedepankan kerja sama saling menguntungkan dan menghormati satu sama lain," selorohnya. 

Megawati berharap, Tiongkok dalam kebangkitannya dapat terus menjaga jalan damai diplomasi. "Memberi ruang besar bagi kerja sama global yang saling menguntungkan dengan semangat persaudaraan," tandasnya. 

Menutup sambutan, Megawati mengajak dunia internasional dapat memaknai kebangkitan Tiongkok secara positif dan konstruktif.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA