Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Setelah Hampir 30 Tahun, Tentara Azeri Masuki Distrik Aghdam

Sabtu 21 Nov 2020 11:03 WIB

Rep: Amri Amrullah/Zainur/ Red: Teguh Firmansyah

 Azerbaijan merayakan pengibaran bendera nasional dan Turki di Baku, Azerbaijan, Selasa, 10 November 2020. Armenia dan Azerbaijan mengumumkan kesepakatan Selasa pagi untuk menghentikan pertempuran atas wilayah Nagorno-Karabakh di Azerbaijan berdasarkan pakta yang ditandatangani dengan Rusia yang menyerukan penyebaran hampir 2.000 penjaga perdamaian Rusia dan konsesi teritorial.

Azerbaijan merayakan pengibaran bendera nasional dan Turki di Baku, Azerbaijan, Selasa, 10 November 2020. Armenia dan Azerbaijan mengumumkan kesepakatan Selasa pagi untuk menghentikan pertempuran atas wilayah Nagorno-Karabakh di Azerbaijan berdasarkan pakta yang ditandatangani dengan Rusia yang menyerukan penyebaran hampir 2.000 penjaga perdamaian Rusia dan konsesi teritorial.

Foto: AP/STR
Armenia juga akan menyerahkan Distrik Lachin pada 1 Desember.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pihak Militer Azerbaijan mengatakan pada Jumat (20/11), pasukan mereka telah memasuki distrik yang berbatasan dengan Nagorno-Karabakh. Wilayah ini diserahkan kembali oleh separatis Armenia ke Azerbaijan usai kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi Rusia.

"Pasukan Azerbaijan telah berpindah ke distrik Aghdam, satu dari tiga distrik yang akan dikembalikan ke Azerbaijan," kata kementerian pertahanan Azerbaijan dilansir dari hurriyetdailynews, Jumat (20/11).

Perpindahan pasukan Azerbaijan ini dilakukan sehari setelah barisan tentara dan tank Armenia meninggalkan wilayah itu. Pihak Armenia juga akan menyerahkan Distrik Kalbajar yang terjepit antara Nagorno-Karabakh pada 25 November. Selanjutnya Armenia juga akan menyerahkan Distrik Lachin pada 1 Desember. Ketiga wilayah tersebut telah dikuasai oleh Armenia selama sekitar 30 tahun terakhir.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Armenia Davit Tonoyan telah mengajukan pengunduran dirinya. Menhan Armenia, Tonoyan menduduki posisi tersebut sejak Mei 2018.

Pemerintah Perdana Menteri Nikol Pashinyan berada di bawah tekanan untuk mundur, dengan ribuan demonstran menuntut dia menyusul meletakkan jabatan. Demonstran menolak penandatanganan gencatan senjata yang memposisikan kekalahan Armenia dengan pengembalian teritorial ke Azerbaijan di Nagorno-Karabakh setelah enam minggu pertempuran.

Pasukan Armenia menduduki sekitar 77 persen distrik pada tahun 1993, memaksa hampir 200 ribu orang Azerbaijan mengungsi dari tanah air mereka.  Hubungan antara bekas republik Soviet Azerbaijan dan Armenia telah tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh, juga dikenal sebagai Karabakh Atas.

Bentrokan baru meletus pada 27 September lalu dan tentara Armenia melanjutkan serangannya terhadap warga sipil dan pasukan Azerbaijan.  Pemerintahan Azerbaijan di Kota Baku membebaskan beberapa kota dan hampir 300 pemukiman dan desa dari pendudukan Armenia selama ini.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA