Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

Kalah Perang, Menteri Pertahanan Armenia Mundur

Sabtu 21 Nov 2020 04:15 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Teguh Firmansyah

 Foto ini diambil dari rekaman yang disediakan oleh layanan pers Kementerian Pertahanan Rusia pada Rabu, 11 November 2020, menunjukkan kendaraan militer penjaga perdamaian Rusia bergerak dari bandara di luar Yerevan, Armenia.

Foto ini diambil dari rekaman yang disediakan oleh layanan pers Kementerian Pertahanan Rusia pada Rabu, 11 November 2020, menunjukkan kendaraan militer penjaga perdamaian Rusia bergerak dari bandara di luar Yerevan, Armenia.

Foto: AP/Russian Defense Ministry Press S
Tonoyan sendiri menduduki posisi Menhan Armenia sejak Mei 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanahan Armenia, Davit Tonoyan telah mengajukan pengunduran dirinya, pada Jumat (20/11).  Pengunduran diri Tonova ini terkait kekalahan Armenia dalam perseteruan perebutan wilayah dengan Azerbaijan.

Setelah beberapa pekan militer Armenia berperang mempertahankan wilayah di Nagorno-Karabakh, pertempuran harus diakhiri dengan penandatanganan perjanjian damai yang ditengahi Russia. Dalam perjanjian tersebut terlihat Armenia sangat dirugikan, karena harus menyerahkan wilayah yang diduduki warga Armenia ke Azerbaijan.

Baca Juga

Tonoyan sendiri menduduki posisi Menhan Armenia sejak Mei 2018. Setelah penandatanganan penjanjian tersebut, warga Armenia di Yerevan mengungkapkan kekecewaannya kepada pemerintah Armenia yang tunduk menyerahkan wilayah di Nagorno-Karabakh setelah lebih dari 30 tahun dicaplok warga Armenia.

Dengan kondisi saat ini, Pemerintah Armenia di bawah Perdana Menteri Nikol Pashinyan berada di bawah tekanan untuk mundur. Setiap hari ribuan demonstran menuntut dia meletakkan jabatan menyusul penandatanganan gencatan senjata yang mengamankan kemajuan teritorial Azerbaijan di Nagorno-Karabakh setelah enam minggu pertempuran.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA