Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Tim Pengmas UI Buat Workshop Penunjang Ekonomi Keluarga

Jumat 20 Nov 2020 21:30 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Fuji Pratiwi

Tim Pengmas Multidisiplin UI. Tim Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Universitas Indonesia (UI) memberi edukasi untuk masyarakat melalui workshop budidaya lebah dan pengelolaan sampah.

Tim Pengmas Multidisiplin UI. Tim Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Universitas Indonesia (UI) memberi edukasi untuk masyarakat melalui workshop budidaya lebah dan pengelolaan sampah.

Foto: dok Tim Pengmas Multidisiplin UI
Workshop ini diharapkan membuat masyarakat tetap produktif meski di rumah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Universitas Indonesia (UI) memberi edukasi untuk masyarakat melalui workshop budidaya lebah dan pengelolaan sampah. Untuk melengkapi, workshop juga diisi sesi tentang pemasaran produk.

Dosen FMIPA UI, Astari Dwiranti berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat menunjang ekonomi rumah tangga terutama saat pandemi. "Kami bersyukur dengan kegiatan daring ini, workshop dapat diikuti berbagai lapisan masyarakat," kata Astari melalui keterangan tulis, Jumat (20/11).

Pakar Lebah dari FT UI, M Sahlan mengatakan, di masa pandemi ini, berbagai aktivitas dilakukan di rumah. Hobi-hobi baru pun bermunculan di kalangan masyarakat, seperti bersepeda dan bercocok tanam.

Baca Juga

Dalam workshop ini, Tim Pengmas Mutlidisiplin UI menawarkan konsep urban bee. Yaitu ternak lebih menggunakan jenis lebah tidak bersengat yang cocok untuk di daerah perkotaan.

"Kami berharap, masyarakat Indonesia meskipun banyak di rumah tetapi masih produkftif," kata Sahlan.

Para peserta juga diberikan materi tentang cara mengolah sampah, baik organik maupun anorganik. Tim Pengmas Multidisiplin UI mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan, konsekuensi tidak terolahnya sampah, serta memberikan contoh pengolahan sampah.

Sampah organik dapat menghasilkan berbagai produk, baik pupuk, eco-enzyme, mikroorganisme lokal, atau pakan ternak. Sedangkan sampah anorganik dapat diolah menjadi berbagai produk yang bermanfaat, seperti berbagai kreasi, bahkan dapat menghasilkan paving block dan bensin.

Serial workshop ditutup dengan membahas topik pemasaran dan kualitas pelayanan. Hal ini dilakukan agar peserta mendapatkan wawasan tentang pemasaran yang selama ini menjadi salah satu kendala yang dihadapi pelaku usaha.

Dosen FIA UI, Amy Yayuk mengungkapkan, bidang usaha apapun pasti terkait dengan aspek pemasaran serta kualitas pelayanan (servqual). Di Era pandemi Covid-19 ini, baik pemasaran maupun servqual mengalami perubahan implementasi. Selain juga beradaptasi dengan teknologi komunikasi digital marketing dan e-servqual.

Usaha produk lebah maupun sampah tak bisa lagi dipasarkan secara tatap muka ke pelanggan melainkan secara digital. Pemanfaatan media sosial seperti Whatsapp, Instagram, Facebook dan sebagainya mampu menampilkan strategi pemasaran 4P yakni Product, Place, Price dan Promotion.

Tidak hanya pemasaran, kualitas pelayanan juga harus memperhatikan aspek-aspek seperti Tangible Responsiveness, Reliability, Assurance, dan Empathy yang merupakan indikator penting kualitas pelayanan publik.

"Selebihnya, pemasaran usaha harus dimulai dengan ide kreatif yang mengandalkan kemampuan kita menarik pancaindera pelanggan terhadap barang atau jasa yang kita buat," ujar Amy.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA