Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

5 Cara Orang Mungkin Menyebarkan Covid-19 tanpa Disadari

Sabtu 21 Nov 2020 00:35 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Reiny Dwinanda

Sejumlah petugas gabungan dari TNI, Polri dan Satpol PP melakukan razia protokol kesehatan di kafe broker Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (27/9/2020). Penyegelan kafe tersebut akibat melanggar protokol kesehatan dan batas jam operasional restoran sampai pukul 23.00 WIB selama pandemi Covid-19.

Sejumlah petugas gabungan dari TNI, Polri dan Satpol PP melakukan razia protokol kesehatan di kafe broker Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (27/9/2020). Penyegelan kafe tersebut akibat melanggar protokol kesehatan dan batas jam operasional restoran sampai pukul 23.00 WIB selama pandemi Covid-19.

Foto: ANTARA/ Fakhri Hermansyah
Penularan virus penyebab Covid-19 dapat terjadi dari hal-hal yang sederhana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) yang menyebabkan Covid-19 dan dinyatakan sebagai pandemi pada awal tahun ini mungkin menjadi hal yang menakutkan bagi semua orang di dunia. Meski demikian, tak sedikit yang walau merasa khawatir dengan potensi penularan, tetapi sudah merasa sangat bosan untuk terus berada di rumah, termasuk mereka dengan aktivitas yang mengharuskan perjalanan ke luar dilakukan.

Dilansir Today, para ahli telah memperingatkan bahwa orang-orang harus terus berhati-hati agar tidak melakukan tindakan yang berisiko selama pandemi Covid-19. Saat ini, penularan virus disebut dapat terjadi dari hal-hal yang sederhana.

Berikut beberapa hal yang membuat Anda dapat terkena Covid-19, bahkan menularkannya tanpa disadari:

1. Tak gunakan masker saat makan di luar
Sebagian besar restoran mungkin tidak mengharuskan pelanggan untuk mengenakan masker saat duduk. Namun, para dokter mengatakan bahwa setiap orang yang datang untuk menikmati makan di luar harus tetap mengenakan masker sesering mungkin.

Lepaskan masker hanya saat makan dan minum, kemudian segera gunakan kembali setelahnya. Ala Stanford, seorang ahli bedah dan pendiri Black Doctors Covid-19 Consortium, mengaku melihat banyak orang di sebuah kafetaria rumah sakit sedang mengobrol dengan posisi masker yang diturunkan ke dagu.

"Saya sangat tidak nyaman dan saya dengan cepat menuju ke mobil," ujar Stanford.

2. Mencopot masker saat berbicara dengan orang lain
Seperti saat makan, terkadang orang tanpa sadar menurunkan atau membuka masker ketika hendak berbicara dengan orang lain. Hal ini mungkin ditujukan untuk memudahkan lawan bicara mendengar atau karena alasan kenyamanan.

Alih-alih buka masker, agar lawan bicara mendengar Anda berbicara, jika diperlukan cobalah untuk menulis apa yang hendak dikatakan dengan kertas. Perlu diketahui, saat berbicara tanpa menggunakan masker, ada aerosol atau tetesan kecil yang terbang di suara dan berpotensi menularkan virus.

3. Lupa jaga jarak
Meski menjaga jarak menjadi salah satu pedoman utama selama pandemi Covid-19, masih ada orang yang terkadang lupa untuk secara konsisten menerapkannya. Hal Ini cenderung terjadi di antara orang-orang yang pada awalnya bertemu di ruang terbuka, namun seiring waktu mereka tanpa sadar berbicara dengan posisi terlalu dekat.

4. Berkumpul
Tak sedikit orang yang tergoda untuk berkumpul dengan teman dan keluarga di musim liburan. Padahal, pertemuan dalam skala kecil sekalipun selama pandemi Covid-19 dapat sangat berbahaya.

5. Merasa aman karena berada di area terbuka
Bahkan, sekalipun pertemuan dilakukan di area ruang terbuka atau outdoor. Karena itu, dokter menganjurkan masyarakat untuk memakai masker dan menjaga jarak hingga dua meter jika memungkinkan.

Di lain sisi, para dokter juga mengakui bahwa melakukan hal ini dapat menjadi sangat sulit. Meski demikian, mereka mengatakan bahwa tindakan pencegahan yang dilakukan sekarang akan bermanfaat di kemudian hari. Itu adalah pengorbanan kecil untuk dapat terus bersama di masa depan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA